Tutup
News

Timothy Ronald Bongkar 7 Tangga Kekayaan Wujudkan Financial Freedom, dari Modal Rp10 Juta hingga Jadi Filantropi

1157
×

Timothy Ronald Bongkar 7 Tangga Kekayaan Wujudkan Financial Freedom, dari Modal Rp10 Juta hingga Jadi Filantropi

Sebarkan artikel ini
timothy-ronald-bongkar-7-tangga-kekayaan-wujudkan-financial-freedom,-dari-modal-rp10-juta-hingga-jadi-filantropi
Timothy Ronald Bongkar 7 Tangga Kekayaan Wujudkan Financial Freedom, dari Modal Rp10 Juta hingga Jadi Filantropi

Jakarta – Investor muda Indonesia, Timothy Ronald, memberikan strategi “Tujuh Tangga Kekayaan” sebagai panduan mencapai kebebasan finansial. strategi ini dipaparkan melalui kanal YouTube pribadinya pada Senin (21/7/2025).

Menurut Timothy, strategi ini dirancang untuk membangun fondasi keuangan yang kokoh dan relevan bagi siapa saja, termasuk pemula. “Strategi ini bukan hanya tentang investasi, tetapi juga tentang membangun fondasi keuangan yang kokoh,” ujarnya.

Langkah pertama dalam strategi ini adalah mengumpulkan modal awal sebesar Rp10 juta. Modal ini, menurut Timothy, dapat diperoleh melalui berbagai cara, seperti menabung dari gaji, memulai usaha sampingan, atau memanfaatkan keahlian yang dimiliki. Ia mencontohkan bisnis kecil seperti menjual lumpia telur sebagai cara yang efektif untuk mengumpulkan modal. Disiplin menabung dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu menjadi kunci utama dalam membangun dasar finansial yang kuat.

Setelah modal terkumpul, langkah berikutnya adalah melunasi utang konsumtif, seperti tagihan kartu kredit atau pinjaman untuk barang-barang yang tidak menghasilkan pendapatan. Timothy menjelaskan bahwa utang konsumtif merupakan penghalang besar menuju kebebasan finansial karena bunga yang tinggi. Dengan anggaran yang ketat dan fokus pada pelunasan, seseorang dapat membebaskan diri dari beban finansial ini dan bersiap untuk langkah selanjutnya.

Langkah ketiga adalah membangun dana darurat yang idealnya setara dengan 6-12 kali pengeluaran bulanan. Dana ini berfungsi sebagai perlindungan dari kejadian tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau kebutuhan medis mendesak. Timothy menyarankan untuk menyisihkan pendapatan secara rutin agar dana ini terkumpul tanpa mengganggu keuangan sehari-hari, sehingga memberikan ketenangan pikiran untuk fokus pada tujuan keuangan berikutnya.

Setelah fondasi keuangan terbentuk,Timothy merekomendasikan untuk mengalokasikan minimal 20 persen penghasilan untuk investasi.Ia menyarankan investasi pasif seperti reksa dana atau saham blue-chip untuk pemula karena risikonya lebih rendah. “Penting untuk memahami instrumen investasi sebelum menempatkan dana,” tegasnya, agar risiko dapat diminimalkan dan portofolio yang stabil dapat dibangun untuk pertumbuhan jangka panjang.

Bagi mereka yang memiliki anak atau berencana memilikinya, menyiapkan dana pendidikan menjadi prioritas.Mengingat inflasi biaya pendidikan yang tinggi,Timothy menyarankan investasi jangka panjang seperti reksa dana atau deposito untuk memastikan dana ini cukup di masa depan.Perencanaan dini membantu mengurangi beban finansial dan memastikan anak mendapatkan pendidikan terbaik tanpa mengorbankan keuangan keluarga.

Kredit Pemilikan rumah (KPR) seringkali menjadi utang terbesar bagi banyak orang. Timothy menyarankan untuk mempercepat pelunasan KPR menggunakan keuntungan dari investasi atau pendapatan tambahan. Dengan menghilangkan beban bunga KPR,dana yang ada dapat dialihkan untuk pengembangan aset lain,sehingga mendekatkan diri pada kebebasan finansial yang sejati.

Sebagai puncak dari tangga kekayaan,Timothy mendorong pembangunan aset yang tidak hanya tumbuh tetapi juga memberikan dampak positif. Ia menganjurkan filantropi, seperti mendirikan yayasan atau membangun sekolah, sebagai cara mewariskan kekayaan dan nilai. Timothy sendiri telah membangun sekolah di daerah terpencil seperti NTT, yang menunjukkan bahwa kebebasan finansial sejati adalah ketika uang digunakan untuk kebaikan yang lebih besar.

Untuk menerapkan “Tujuh Tangga Kekayaan”, Timothy menyarankan untuk memulai dengan langkah kecil, seperti mencatat pengeluaran menggunakan aplikasi AI seperti Money Lover. Ia juga menekankan pentingnya menghindari jebakan gaya hidup konsumtif dan fokus pada disiplin keuangan. “Dengan strategi ini, Anda bisa membangun masa depan finansial yang kokoh dan berkelanjutan,” pungkasnya.