Tutup
News

Transaksi Digital BNI Tembus Rp 764 Triliun, Pengguna Capai 24 Juta

256
×

Transaksi Digital BNI Tembus Rp 764 Triliun, Pengguna Capai 24 Juta

Sebarkan artikel ini
transaksi-digital-bni-tembus-rp-764-triliun,-pengguna-capai-24-juta
Transaksi Digital BNI Tembus Rp 764 Triliun, Pengguna Capai 24 Juta

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam transaksi digital, mencapai Rp 764,3 triliun secara year-on-year (yoy) pada Maret 2025. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan jumlah pengguna digital banking BNI yang mencapai 24,4 juta, atau naik sebesar 53,8 persen (yoy).

Menurut keterangan tertulis Corporate Secretary BNI,Okki Rushartomo,salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan ini adalah aplikasi wondr by BNI. “Salah satu inovasi utama BNI dalam ranah digital adalah aplikasi wondr by BNI, yang mencatat pertumbuhan signifikan baik dari sisi jumlah pengguna maupun volume transaksi,” jelasnya.

Pertumbuhan jumlah pengguna dan volume transaksi ini juga berdampak positif pada peningkatan dana tabungan BNI, yang tumbuh 10,2 persen (yoy). Kondisi ini memperkuat struktur current account saving account (CASA) serta menjaga biaya dana (cost of fund) tetap efisien. Dari sisi frekuensi, transaksi melalui kanal digital BNI juga mengalami lonjakan.pada kuartal I 2025,jumlah transaksi digital mencapai 501 juta,meningkat dari 318 juta transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rinciannya, 283 juta transaksi berasal dari BNI Mobile Banking dan 218 juta dari wondr by BNI.”Frekuensi transaksi yang tinggi di kanal digital mendorong likuiditas yang lebih stabil dan efisien,sehingga memperkuat struktur CASA kami,” ungkap Okki.

Transformasi digital BNI tidak hanya menyasar nasabah ritel,tetapi juga segmen korporasi melalui platform BNIdirect. Per Maret 2025, jumlah pengguna BNIdirect tumbuh 7,2 persen (yoy) menjadi 188 ribu pengguna, dengan total transaksi naik 16,4 persen menjadi 337 juta.Kontribusi platform ini turut mendorong peningkatan saldo rekening giro sebesar 3,4 persen dan perbaikan cost of fund sebesar 20 basis poin.

Okki menegaskan bahwa transformasi digital BNI bukan sekadar adopsi teknologi, tetapi juga berfokus pada peningkatan pengalaman nasabah yang lebih personal, relevan, dan berkelanjutan. “Kami percaya transformasi digital yang menyeluruh,baik untuk nasabah ritel maupun korporasi,menjadi kunci utama dalam menjaga efisiensi dan daya saing jangka panjang,” pungkasnya.