jakarta – Kabar baik bagi pecinta pasta! Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengenaan tarif hingga 107% untuk pasta asal Italia.
Keputusan ini diambil setelah peninjauan ulang terhadap aktivitas produsen pasta Italia di pasar Amerika Serikat.
Kementerian Luar Negeri Italia mengumumkan bahwa pemerintah AS telah memangkas signifikan tarif tambahan yang sebelumnya diusulkan.
Sebelumnya, pada Oktober lalu, AS berencana mengenakan bea masuk tambahan sebesar 92% di luar tarif reguler 15% terhadap 13 perusahaan pasta Italia mulai Januari 2026.
Kebijakan tersebut berpotensi membuat total tarif melonjak hingga 107%. AS menuding dua produsen,La Molisana dan Garofalo,menjual pasta dengan harga tidak wajar di pasar Amerika.
namun,setelah peninjauan oleh Departemen Perdagangan AS,tarif untuk la Molisana dipangkas menjadi hanya 2,26%. Sementara Garofalo dikenakan tarif 13,98%.
Untuk 11 produsen lain yang tidak diperiksa secara individual, akan dikenakan tarif 9,09%.
“Penghitungan ulang bea masuk ini menjadi sinyal bahwa otoritas AS mengakui kemauan konstruktif perusahaan kami untuk bekerja sama,” kata Kementerian Luar Negeri Italia dalam pernyataannya.
Kementerian menambahkan bahwa kesimpulan lengkap peninjauan pemerintah AS akan dirilis pada 11 Maret mendatang. Pemerintah Italia berjanji akan terus mendampingi perusahaan-perusahaan yang terdampak.
Ancaman tarif tinggi terhadap pasta Italia sebelumnya sempat menjadi sorotan dan dianggap memalukan bagi Perdana menteri Giorgia Meloni.
Data dari ISTAT menunjukkan bahwa total ekspor pasta Italia mencapai lebih dari 4 miliar euro pada tahun 2024. Pasar AS sendiri bernilai hampir US$800 juta bagi perusahaan pasta Italia.







