Tutup
EkonomiNewsPerdaganganTeknologi

UE Batasi Teknologi China, Keamanan Siber Jadi Prioritas

109
×

UE Batasi Teknologi China, Keamanan Siber Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
uni-eropa-mulai-jauhi-china-dan-huawei
Uni Eropa Mulai Jauhi China dan Huawei

Jakarta – Uni Eropa (UE) berencana menghentikan penggunaan komponen dan peralatan dari pemasok berisiko tinggi.

Huawei dan perusahaan teknologi China lainnya termasuk dalam daftar tersebut.

Kebijakan ini akan diterapkan secara bertahap di sektor-sektor penting.

Langkah yang disebut ‘anti-China’ ini tertuang dalam revisi Undang-Undang Keamanan Siber UE.Pemicunya adalah peningkatan serangan siber, ransomware, serta kekhawatiran atas campur tangan asing, spionase, dan ketergantungan UE pada pemasok teknologi dari negara ketiga, khususnya China.UE juga memperketat aturan terkait penggunaan peralatan buatan China.

Jerman,misalnya,telah membentuk komisi ahli untuk meninjau kembali kebijakan perdagangan dengan Beijing dan melarang komponen China dalam jaringan 6G di masa depan.

amerika Serikat (AS) telah melarang persetujuan peralatan telekomunikasi baru dari Huawei dan ZTE sejak 2022, dan mendorong UE untuk melakukan hal serupa.

“Dengan paket keamanan siber yang baru, kita akan memiliki sarana untuk melindungi rantai pasokan (teknologi informasi dan komunikasi) penting kita dengan lebih baik, tetapi juga untuk memerangi serangan siber secara tegas,” kata Kepala Teknologi UE, Henna Virkkunen, dikutip dari Reuters.

Kementerian Luar Negeri China mengecam rencana tersebut sebagai “proteksionisme terang-terangan”.Mereka mendesak UE untuk menyediakan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan tidak diskriminatif bagi perusahaan-perusahaan China.

Langkah-langkah baru ini akan berlaku untuk 18 sektor utama.

Termasuk peralatan deteksi, kendaraan terhubung dan otomatis, sistem pasokan listrik dan penyimpanan listrik, sistem pasokan air, serta drone dan sistem anti-drone.

Sektor lain yang masuk daftar adalah layanan komputasi awan, perangkat medis, peralatan pengawasan, layanan luar angkasa, dan semikonduktor.

Pada tahun 2020, Komisi eropa telah mengadopsi langkah-langkah keamanan untuk jaringan 5G.

Tujuannya membatasi penggunaan vendor berisiko tinggi seperti Huawei, karena kekhawatiran akan sabotase atau spionase.

Namun, beberapa negara anggota UE masih enggan menyingkirkan peralatan berisiko tinggi karena biaya yang mahal.