Tutup
News

UMKM Binaan BRI Unjuk Gigi di Singapura, Produk Lokal Mendunia!

367
×

UMKM Binaan BRI Unjuk Gigi di Singapura, Produk Lokal Mendunia!

Sebarkan artikel ini
ikuti-pameran-internasional-di-singapura,-umkm-binaan-bri-ini-buktikan-kekuatan-produk-lokal-di-kancah-global
Ikuti Pameran Internasional di Singapura, UMKM Binaan BRI Ini Buktikan Kekuatan Produk Lokal di Kancah Global

Padang – UMKM L’île Chocolate asal Padang, sumatera Barat, menunjukkan tajinya di kancah internasional dengan memikat perhatian klien dari berbagai negara dalam ajang FHA Food & Beverage 2025 di Singapura. Pameran yang berlangsung pada 8-11 April 2025 itu menjadi momentum penting bagi produk lokal Indonesia untuk unjuk gigi di pasar global.

Pemilik L’île Chocolate, Priscilla Raisa Partana, mengungkapkan bahwa keikutsertaan dalam ajang tersebut membuka cakrawala baru bagi pengembangan bisnisnya. “Keikutsertaan saya dalam ajang tersebut membuka jalan baru untuk pertumbuhan usaha, terutama dalam menjangkau pasar global,” ungkap Priscilla. L’île Chocolate sendiri merupakan bagian dari PT. Sumatra Coklat, sebuah perusahaan cokelat yang mengusung konsep tree-to-bar, yang berarti mengolah kakao dari awal hingga akhir secara mandiri. Seluruh proses produksi dilakukan di Sumatera barat dengan melibatkan petani lokal sebagai mitra.

Menurut Priscilla, tren craft chocolate saat ini sedang menggeliat di Indonesia. “Tren craft chocolate di Indonesia sedang mulai berkembang. Rasanya seperti momen yang tepat,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa pihaknya mulai mengolah kakao varietas BL50, klon lokal yang ditemukan oleh petani setempat, yang sangat cocok dengan kondisi tanah dan iklim Sumatera Barat. “Klon ini sangat cocok dengan kontur tanah dan iklim Sumatera Barat.Hasil produksinya pun bisa mencapai 2-3 ton per pohon, jauh lebih tinggi dibanding klon lainnya yang hanya sekitar 500 kg,” jelasnya.

Namun, Priscilla mengakui bahwa pandemi sempat menjadi pukulan berat bagi usahanya. “Masa pandemi menjadi masa yang sangat berat. Padahal sebelumnya kami sudah mulai punya banyak buyer internasional, bahkan sempat kirim produk ke London dan beberapa wilayah di UK. tapi saat pandemi datang, semua buyer menghilang, dan membuat kegiatan ekspor berhenti total,” ungkapnya.

Kendati demikian, Priscilla tidak patah arang dan terus berupaya mencari cara untuk membangkitkan kembali bisnisnya. Ia mulai menata ulang strategi bisnis,salah satunya dengan memperkuat pasar lokal. Ia juga menyebutkan bahwa permintaan dari pembeli internasional terus meningkat, terutama untuk produk unggulan mereka, yaitu chili chocolate cassava rocher. Selain itu, penjualan juga telah merambah ke segmen Horeka, seperti resort-resort di Mentawai dan Bali.

“Di sisi lain,pandemi juga membuka jalan baru untuk kami. Saat salah satu buyer dari London membatalkan pesanan, kami melihat peluang untuk masuk ke pasar retail Jakarta,” imbuhnya. Keikutsertaan L’île Chocolate dalam FHA Food & Beverage 2025 Singapura menjadi langkah strategis yang membawa dampak positif. priscilla mengatakan bahwa pameran ini berbeda dari acara yang biasanya ia ikuti karena produk yang ditampilkan dikurasi oleh BRI bersama Atase Perdagangan Singapura. “Kalau ada kesempatan untuk ikut lagi, apalagi di luar negeri, saya tentu sangat antusias untuk berpartisipasi kembali,” tutup Priscilla.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyatakan bahwa BRI terus berkomitmen dalam menjalankan program pemberdayaan untuk mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia. “UMKM memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pilar kekuatan ekonomi nasional, sekaligus berperan dalam memperkenalkan budaya Indonesia melalui produk lokal ke pasar global,” ujar Hendy.

Hendy menambahkan bahwa dengan dukungan yang tepat, UMKM mampu memperluas cakupan usahanya, meningkatkan daya saing, dan menembus pasar internasional. “Kisah pelaku UMKM L`île Chocolate dari Padang menjadi salah satu cerita sukses pelaku UMKM Binaan BRI yang mendapat kesempatan untuk bisa go global dan meningkatkan skala usaha,” tegas Hendy.