Tutup
BisnisEkonomiNews

UMKM BRI Bergerak, Ekonomi Daerah Terus Bertumbuh

186
×

UMKM BRI Bergerak, Ekonomi Daerah Terus Bertumbuh

Sebarkan artikel ini
indeks-bisnis-umkm-bri-kuartal-iii-2025:-ekspansi-berlanjut,-optimisme-pelaku-usaha-semakin-meningkat
Indeks Bisnis UMKM BRI Kuartal III-2025: Ekspansi Berlanjut, Optimisme Pelaku Usaha Semakin Meningkat

Jakarta – Kabar baik datang bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Aktivitas bisnis UMKM menunjukkan tanda-tanda menggembirakan.

BRI baru saja merilis Indeks Bisnis UMKM untuk kuartal III-2025. Hasilnya menunjukkan geliat positif.

Survei menunjukkan aktivitas bisnis UMKM masih dalam fase ekspansi dengan nilai indeks 101,9.

Optimisme pelaku UMKM juga meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Bisnis yang naik menjadi 120,7 pada triwulan III-2025, dari 116,5 pada periode sebelumnya.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan ekspansi bisnis UMKM didukung oleh kombinasi faktor yang saling menguatkan.

“Harga barang input yang relatif stabil dan mudah didapat, serta kondisi cuaca yang kondusif mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dan hasil tangkapan ikan nelayan,” ujarnya.

Peningkatan harga jual komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan turut mendorong kenaikan omzet pada sektor-sektor tersebut.

Aktivitas proyek pemerintah dan swasta menjelang akhir tahun juga memberikan dorongan signifikan, terutama bagi sektor konstruksi.

Normalisasi aktivitas masyarakat setelah momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta libur sekolah pun semakin memperbaiki kinerja UMKM yang beroperasi di sekitar lingkungan kerja dan sekolah.

Dengan berbagai faktor pendukung ini,pelaku UMKM memandang prospek usaha pada kuartal IV-2025 akan lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya.

Hal ini tercermin dari peningkatan Indeks Ekspektasi Bisnis yang meningkat menjadi 120,7 dari 116,5 pada kuartal III-2025.

Namun, ada catatan penting. Kondisi rentabilitas usaha atau kemampuan usaha untuk menghasilkan laba dalam periode tertentu tercatat menurun.

Penurunan ini sejalan dengan penurunan omzet usaha dan kenaikan harga barang input (terutama pada sektor industri pengolahan) dan harga barang dagangan (pada sektor perdagangan).

Hal ini tentu akan berdampak pada kemampuan pebisnis UMKM untuk membayar angsuran pinjaman tepat waktu.

“Sementara itu, kegiatan investasi masih meningkat sejalan dengan ekspektasi kegiatan usaha yang akan membaik ke depan,” kata Akhmad.

Menyongsong kuartal IV-2025, indeks ekspektasi semua komponen menguat karena kemungkinan adanya peningkatan permintaan pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), belanja pemerintah yang makin pesat pada akhir tahun, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap baik.

Dari segi sektoral, Indeks Bisnis UMKM juga secara umum masih berada pada zona ekspansif, meskipun beberapa sektor mengalami perlambatan.

Sektor konstruksi mencatat kinerja paling kuat (112,0), ditopang semakin maraknya proyek pemerintah dan swasta menjelang akhir tahun.