Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) semakin memantapkan diri sebagai kampus siaga bencana. Hal ini ditegaskan Rektor UNP, Krismadinata, usai simulasi evakuasi gempa bumi dan tsunami yang berlangsung serentak di Kota Padang, Rabu (5/11/2025).Simulasi ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Wali Kota Padang terkait drill bencana gempa bumi berpotensi tsunami. UNP merespons dengan surat edaran rektor dan melibatkan seluruh sivitas akademika.
Krismadinata mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam simulasi. Ia menekankan pentingnya membudayakan latihan kebencanaan demi keselamatan jiwa.
“Ini hal yang sangat penting karena menyangkut nyawa manusia,” ujarnya.
UNP berkomitmen menjadikan latihan kebencanaan sebagai kegiatan rutin terjadwal, minimal dua kali setahun.Simulasi tidak hanya untuk gempa dan tsunami, tetapi juga kebakaran dan bencana lainnya.
Selain itu, UNP telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung mitigasi bencana. Beberapa gedung kampus dirancang sebagai shelter atau tempat evakuasi sementara.
“Gedung-gedung di UNP seperti Rektorat, fakultas, dan pusat layanan sudah memenuhi standar sebagai shelter bila terjadi tsunami,” jelas Krismadinata.
Struktur bangunan juga dirancang kokoh saat gempa untuk meminimalkan risiko.
Rektor menekankan bahwa kesiapsiagaan bencana harus dimulai dari kesiapan mental seluruh warga kampus.
“Yang paling utama adalah kesiapan mental. UNP berada di wilayah rawan gempa dan dekat laut, sehingga potensi tsunami selalu ada,” pungkasnya.







