Tutup
News

Varietas Padi ‘Spesial’ yang Dikembangkan Kodam Bukit Barisan, Begini Penjelasannya

237
×

Varietas Padi ‘Spesial’ yang Dikembangkan Kodam Bukit Barisan, Begini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini

Medan – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan varietas padi “Sinar Mentari” yang diinisiasi oleh Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan. Langkah ini dinilai strategis dalam meningkatkan produktivitas panen di wilayah tersebut.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menyampaikan apresiasinya atas pembibitan yang dilakukan Kodam I/Bukit Barisan. “Kami menyambut baik adanya pembibitan yang dilakukan pihak Kodam, karena prospek itu menambah jumlah produksi panen,” ujarnya di Medan, Senin (29/9/2025).

Cahyanto menambahkan, pengembangan varietas “Sinar Mentari” berpotensi mempercepat terwujudnya swasembada beras. Hal ini didasarkan pada hasil gabah kering panen (GKP) yang mencapai 10 ton per hektare di Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan. Padahal, menurutnya, hasil panen di wilayah tersebut biasanya hanya berkisar enam ton per hektare.

“Jadi dengan adanya pengembangan itu, target Bulog lebih gampang diraih untuk penyerapan gabah di daerah tersebut,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Cahyanto menjelaskan bahwa Bulog juga menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan Kodam I/Bukit Barisan melalui program sosialisasi yang melibatkan bintara pembina desa (babinsa) dan gabungan kelompok tani (gapoktan).

Untuk mendukung upaya penyerapan gabah,Budi mengimbau para petani di wilayah Medan untuk menjual gabah ke Bulog dengan harga yang telah ditetapkan,yaitu Rp6.500 per kilogram. Harga ini, menurutnya, sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan atas keputusan Kepala Badan pangan Nasional Nomor 2 tahun 2025 tentang perubahan atas harga pembelian pemerintah dan rafaksi harga gabah dan beras.