New York – Wall Street mengakhiri perdagangan dengan catatan lesu pada Selasa (30/12/2025), di tengah volatilitas dan volume perdagangan yang menipis menjelang penutupan tahun. Indeks-indeks utama AS mencatatkan penurunan, meskipun masih berada di jalur untuk membukukan kenaikan bulanan terpanjang sejak 2017.
S&P 500 turun 0,14% menjadi 6.896,24, Nasdaq Composite melemah 0,23% ke 23.419,08, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,20% ke 48.367,06.
Kinerja sektor layanan komunikasi yang solid tidak mampu mengimbangi tekanan dari sektor teknologi dan keuangan. Sektor keuangan menjadi pemberat utama bagi indeks Dow Jones.
Saham Meta Platforms memimpin kenaikan di sektor layanan komunikasi dengan melonjak 1,1%. Perusahaan teknologi ini mengumumkan akuisisi startup kecerdasan buatan (AI) asal China, Manus, untuk mempercepat integrasi AI di platform Facebook dan Instagram.
Sektor teknologi informasi secara keseluruhan mengalami sedikit penurunan. Apple turun 0,3% dan Nvidia terkoreksi 0,4%, sementara Microsoft mencatatkan sedikit kenaikan. Sebelumnya, saham-saham teknologi besar ini mengakhiri reli enam hari berturut-turut.
Mark Hackett, kepala strategi pasar di Nationwide, berpendapat bahwa koreksi ini merupakan penyeimbangan kembali alokasi yang sehat, bukan aksi jual yang didorong oleh emosi.
Penurunan saham Goldman Sachs dan American Express turut membebani Dow. Citigroup juga mengalami penurunan setelah mengumumkan penjualan unit bisnisnya di Rusia kepada Renaissance Capital, yang akan menyebabkan kerugian sebelum pajak sekitar US$1,2 miliar.
Analis Piper Sandler, R. Scott Siefers, meyakini investor akan mengabaikan dampak negatif dari penjualan unit Rusia dan lebih fokus pada kemajuan transformasi Citigroup.
Investor juga mengamati potensi “reli Santa Claus,” yaitu kecenderungan indeks S&P 500 untuk mencatatkan kenaikan selama lima hari perdagangan terakhir tahun ini dan dua hari pertama bulan Januari.
Sementara itu, risalah pertemuan The Fed pada bulan Desember mengungkapkan adanya perdebatan mendalam tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS sebelum memutuskan untuk memangkas suku bunga.
Investor saat ini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan berikutnya yang dijadwalkan pada 27-28 Januari.
Sepanjang tahun 2025, indeks S&P 500 telah melonjak sekitar 17%, didorong oleh antusiasme terhadap kecerdasan buatan.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik juga memengaruhi pasar. Rusia mengumumkan akan memperketat sikap negosiasinya setelah menuduh Kyiv menyerang kediaman presiden Rusia. Konflik ini turut mendorong harga minyak, sehingga sub-indeks energi S&P melonjak 0,8%.







