Tutup
EkonomiPerbankan

Wamenaker Gerakkan BUMN, Ekonomi Berkeadilan Jadi Fokus Utama

203
×

Wamenaker Gerakkan BUMN, Ekonomi Berkeadilan Jadi Fokus Utama

Sebarkan artikel ini
wamenaker-dorong-bumn-jadi-roda-penggerak-wujudkan-ekonomi-berkeadilan
Wamenaker Dorong BUMN Jadi Roda Penggerak Wujudkan Ekonomi Berkeadilan

Jakarta – wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan peran krusial Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai penggerak ekonomi nasional yang berkeadilan dan menyejahterakan rakyat.

Penegasan ini disampaikan saat menghadiri Seminar Nasional Forum Komunikasi Sekar BUMN 2025 di Jakarta, Senin (27/10).

Seminar tersebut mengusung tema “Mengawal dan Mengembalikan Tugas dan Fungsi BUMN sebagai Pilar Utama Ekonomi Nasional”.

Afriansyah menilai forum ini sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen BUMN dalam menjalankan amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945.

“Pasal 33 UUD 1945 menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan dan kemakmuran bersama.

Afriansyah menjelaskan, BUMN memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan mengelola sumber daya strategis untuk kepentingan seluruh masyarakat.

Oleh karena itu, BUMN diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga menjadi instrumen negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Wamenaker juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM dan keharmonisan hubungan kerja di lingkungan BUMN.

Ia mendorong penerapan Hubungan Industrial Pancasila (HIP) yang berasaskan kekeluargaan, gotong royong, dan musyawarah mufakat.

“Hubungan Industrial pancasila bukan sekadar mekanisme ketenagakerjaan, tetapi wujud nyata semangat Pasal 33 UUD 1945,” tegasnya.

Afriansyah menambahkan, nilai-nilai HIP harus diterapkan di BUMN agar hubungan kerja berjalan harmonis, produktif, dan berkeadilan.

Penerapan HIP akan menempatkan pekerja sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi, sementara pengusaha memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil dan berkelanjutan.

“Sinergi antara pemerintah, serikat pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat peran BUMN sebagai pilar ekonomi bangsa sekaligus mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.