Tutup
LifestyleNewsRegulasiTravel

Wamenpar Tinjau Destinasi Batam, Desa Wisata Didorong Jadi Andalan

188
×

Wamenpar Tinjau Destinasi Batam, Desa Wisata Didorong Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini

Menurut Ni Luh Puspa, peningkatan kunjungan wisman harus diiringi dengan penguatan kualitas destinasi agar manfaat ekonomi dirasakan secara berkelanjutan.

Kunjungan Wamanpar Ni Luh Puspa pada sejumlah Destinasi di Batam pada Kamis (1/1/2026).
Kunjungan Wamanpar Ni Luh Puspa pada sejumlah Destinasi di Batam pada Kamis (1/1/2026).

Batam – Momentum libur awal tahun dimanfaatkan Kementerian Pariwisata untuk memperkuat arah pembangunan pariwisata berkualitas di daerah.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa meninjau sejumlah destinasi wisata di Kota Batam, sekaligus mengajak wisatawan menjadikan desa wisata sebagai bagian dari agenda perjalanan.

Kunjungan ini dilakukan bersamaan dengan penyambutan wisatawan mancanegara yang tiba di Batam pada Kamis (1/1/2026).

Menurut Ni Luh Puspa, peningkatan kunjungan wisman harus diiringi dengan penguatan kualitas destinasi agar manfaat ekonomi dirasakan secara berkelanjutan.

Dalam kunjungannya, Wamenpar meninjau aktivitas libur Natal dan Tahun Baru di sejumlah titik, antara lain Mega Wisata Ocarina–Theme Park, K Square Mall, serta Desa Wisata Kampung Tua Bakau. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan destinasi dalam menyambut lonjakan wisatawan.

Secara khusus, Ni Luh Puspa menyoroti peran desa wisata sebagai pilar penting pariwisata berkelanjutan. Ia mengajak wisatawan untuk tidak hanya menikmati destinasi perkotaan, tetapi juga memasukkan desa wisata dalam daftar kunjungan.

Desa Wisata Kampung Tua Bakau, misalnya, menawarkan wisata edukasi berbasis lingkungan dan alam. Konsep ini dinilai sejalan dengan arah pengembangan pariwisata berkualitas yang menekankan pengalaman, edukasi, dan keberlanjutan.

“Tentu kita akan terus memberikan semangat agar wisata edukasi seperti ini dapat berkembang semakin baik,” ujar Ni Luh Puspa.

Di sisi lain, Kementerian Pariwisata juga berkomitmen mendukung penguatan daya tarik destinasi melalui penyelenggaraan event nasional dan internasional.

Produk wisata unggulan seperti wellness tourism, gastronomi, wisata bahari, seni dan desain, serta heritage terus didorong untuk memperkaya pilihan wisatawan.

Upaya ini tidak terlepas dari tren positif kunjungan wisman ke Kepulauan Riau. Data BPS mencatat kunjungan wisman ke Kepri periode Januari–Oktober 2025 mencapai 1.662.644 kunjungan, dengan Batam sebagai penyumbang terbesar sekitar 1.290.010 kunjungan.

Wisatawan asal Singapura dan Malaysia masih mendominasi, disusul Tiongkok, India, dan Filipina.

Pemerintah Kota Batam menargetkan peningkatan jumlah kunjungan menjadi 1,7 juta wisman pada 2026.

Ni Luh Puspa berharap optimisme di awal tahun ini mampu menjaga momentum pencapaian target kunjungan wisatawan nasional sepanjang 2026.

“Mari kita berkolaborasi agar penyelenggaraan event dan pengembangan destinasi ke depan semakin baik dan berdampak luas,” ujarnya.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji serta sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Pariwisata.