Padang– Aspirasi warga Kelurahan Koto Lua, Pauh, terkait infrastruktur jalan yang mendesak untuk diperbaiki, menjadi fokus utama dalam reses perseorangan yang digelar ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, di Musola Nurul Anhar Komplek Jalan Utama, Senin (28/7).
Jalan utama yang menghubungkan Bandar Buat dan Koto Luar menuju Kampus Universitas Andalas (Unand) menjadi perhatian utama karena kondisinya yang rusak dan sempit.
Ketua LPM Koto Lua, Gunawan, menyampaikan bahwa akses jalan tersebut sangat vital bagi masyarakat.
“Jalur ini sangat vital, terutama bagi akses ke Unand. Selain itu,terdapat dua madrasah yang akses jalannya juga sangat sempit,bahkan tak bisa dilalui dua mobil secara bersamaan,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Muhidi menyatakan akan menelusuri status jalan tersebut.
Ia berjanji akan memperjuangkan alokasi anggaran bertahap jika jalan tersebut menjadi kewenangan provinsi,meskipun kondisi fiskal saat ini terbatas.
“Jika itu menjadi tanggung jawab provinsi, maka akan kita masukkan dalam prioritas.Infrastruktur dasar seperti ini harus jadi perhatian bersama,” kata Muhidi.
Selain masalah jalan utama, warga juga menyampaikan aspirasi terkait rencana perbaikan jalan lingkungan di Komplek Jalan Utama yang dijadwalkan akan direalisasikan pada 2026 melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.
Muhidi memastikan bahwa usulan tersebut akan diperjuangkan dalam APBD 2026. “Insya Allah, perbaikan jalan lingkungan ini akan kita perjuangkan dalam APBD 2026. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami di DPRD terhadap kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, masyarakat juga mengusulkan pelebaran ruang MTQ serta peningkatan sarana prasarana masjid.
Muhidi berjanji akan mencatat seluruh usulan dan menyesuaikannya dengan skala prioritas pembangunan. “Kami hadir bukan hanya mendengar, tapi juga untuk memastikan usulan ini ditindaklanjuti dalam kebijakan nyata di DPRD,” tutup Muhidi.







