Jakarta – Saham Netflix (NFLX) tertekan. Pada Rabu (10/12/2025) pukul 17.58 WIB, sahamnya melemah 0,11 persen atau 0,11 poin ke level US$96,71 atau Rp 1,61 juta per saham.
Sebelumnya, saham Netflix anjlok tajam 4,4 persen akibat kekhawatiran investor terhadap rencana akuisisi Warner Bros. Finding senilai US$72 miliar atau setara Rp 1.201,8 triliun.
Kesepakatan yang mencakup studio film dan TV besar milik Warner Bros, termasuk aset premium HBO, dinilai terlalu mahal. Hal ini memicu sentimen negatif yang menekan saham Netflix di bursa Nasdaq.
Analis Wall Street turut memperdalam sentimen negatif. Rosenblatt menurunkan peringkat saham Netflix dari “Buy” menjadi “Neutral”.
huber Research bahkan memangkas rating menjadi “Sell” dan menyebut rencana akuisisi ini sangat berisiko.
Situasi semakin rumit dengan langkah Paramount yang meluncurkan penawaran pengambilalihan secara hostile terhadap Warner Bros.
Aksi ini langsung menyasar pemegang saham dan membuka babak baru dalam persaingan industri hiburan. Investor pun semakin ragu terhadap kemampuan Netflix memenangkan kesepakatan besar tersebut.
Rencana akuisisi juga berpotensi menghadapi hambatan regulasi. Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa langkah Netflix dapat menimbulkan masalah monopoli.
Investor khawatir kesepakatan ini akan mendapat pengawasan ketat dari regulator.
Tekanan terhadap saham Netflix diperburuk oleh pergerakan internal perusahaan.
Lima hari sebelumnya, saham Netflix sempat anjlok 5,9 persen setelah muncul laporan bahwa rencana akuisisi menghadapi sorotan otoritas AS.
Direktur Netflix reed Hastings juga melepas 377.570 saham senilai sekitar US$40,7 juta.
Meski penjualan saham oleh eksekutif bisa direncanakan, waktu pelepasannya yang berdekatan dengan isu regulasi membuat investor semakin gelisah.







