Tutup
NewsPariwisata

Wisatawan Hongkong Dalami Budaya Minang, Bikin Deta, Main Musik

192
×

Wisatawan Hongkong Dalami Budaya Minang, Bikin Deta, Main Musik

Sebarkan artikel ini
10-orang-turis-dari-hongkong-belajar-membuat-deta-dan-bermain-musik-di-galeri-permata-hati-grup
10 Orang Turis dari Hongkong Belajar Membuat Deta dan Bermain Musik di Galeri Permata Hati Grup

Padang – Wisatawan asal Hongkong antusias mempelajari budaya Minangkabau di Galeri Permata Hati.Mereka belajar membuat Deta rancak, Tingkuluak Kreasi, serta memainkan alat musik tradisional seperti bansi dan saluang.

Kunjungan yang berlangsung pada Sabtu (27/12) itu disambut hangat oleh pimpinan Galeri Permata Hati Grup, Welly Nofi Sastera.

“Alhamdulillah,apa yang mereka inginkan bisa kami sediakan,” kata Welly.

Awalnya, beberapa peserta tertarik belajar tari tradisional Minang. Namun,karena keterbatasan waktu,mereka fokus pada pembuatan Deta dan Tingkuluak serta belajar musik.

Welly menjelaskan bahwa galerinya terbuka bagi tamu lokal maupun internasional yang ingin belajar tentang kriya, musik, kuliner, dan literasi Minangkabau.

Selama kegiatan, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Staf Galeri Permata Hati, Eni Emilia, mengajari pembuatan deta dan Tingkuluak. Sementara itu, alumni Fakultas Sastra Universitas Andalas, Irwandi, melatih bermain musik tradisional.

“Sulit belajar saluang. Memadankan saluang dengan bibir saja sudah sangat sulit,” ujar Iven Wong, salah satu peserta yang belajar musik.

Koordinator tim Hongkong, Tang Chang Yan, yang telah lama tinggal di Indonesia, mengungkapkan bahwa kunjungan ini telah direncanakan jauh hari.”Prinsipnya, mereka menyukai semua yang berbau kebudayaan Minangkabau,” katanya.

Karena waktu yang terbatas, para peserta hanya dapat mempelajari dasar-dasar budaya Minang. Mereka pun memanfaatkan waktu untuk berfoto dan membeli oleh-oleh khas Minangkabau di Galeri Permata Hati Grup.

“Memang tidak gampang belajar budaya dan musik Minang. Tapi alhamdulillah, mereka sudah berkunjung dan mau belajar. Lebih dari itu, mereka juga belanja oleh-oleh Minang,” pungkas Welly.