Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat melalui programme Zmart. Salah satu kisah sukses datang dari fitri, seorang warga Kelurahan Cicadas, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, yang omzet warung kelontongnya melonjak drastis hingga Rp17 juta per bulan berkat program tersebut.
Program Zmart sendiri merupakan inisiatif Baznas yang fokus pada pengembangan warung atau toko skala mikro milik mustahik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan di wilayah perkotaan.
Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah sakwan, mengapresiasi dampak positif program Zmart terhadap perkembangan usaha para mustahik.”Pencapaian Bu Fitri adalah hasil nyata bahwa zakat yang ditunaikan para muzaki dapat memberikan dampak yang positif dan berkelanjutan,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/7).
Saidah menjelaskan, Baznas tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan, pembinaan spiritual, hingga monitoring usaha. Hal ini dilakukan agar para penerima manfaat dapat terus berkembang. “Insya Allah Baznas amanah dan terpercaya dalam menyalurkan zakat, serta memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Sebagai bentuk akuntabilitas, BAZNAS juga telah diaudit sehingga masyarakat tidak perlu ragu dengan pengelolaan dana yang kami lakukan,” katanya.
Saidah juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh muzaki atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Baznas. “Terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dukungan Anda menjadi bagian penting dari proses perubahan hidup para mustahik di seluruh Indonesia,” imbuhnya.
Fitri, yang memulai usaha warung kelontong di ruang tamu rumahnya sejak Oktober 2024 bersama suaminya, merasakan betul manfaat program Zmart.Sebelum mendapatkan bantuan, omzet warungnya hanya berkisar Rp300 ribu per hari. namun, setelah mendapat dukungan dari program Zmart, pendapatan Fitri meningkat signifikan menjadi Rp15 juta hingga Rp17 juta per bulan.
“Alhamdulillah, bantuan dari zmart Baznas sangat membantu. Sekarang stok barang makin lengkap, pelanggan bertambah, terutama dari anak-anak sekolah dan warga sekitar,” tutur Fitri. Ia pun berharap usahanya dapat terus berkembang dan membuka peluang kerja bagi tetangga. “Semoga ke depan warung ini terus berkembang, bisa menambah penghasilan keluarga, dan kalau bisa, saya ingin membuka peluang kerja bagi tetangga,” pungkasnya.
Sebagai informasi, program Zmart telah berjalan sejak tahun 2018 dan telah berhasil menciptakan 224 muzaki dengan pendapatan bulanan mulai dari Rp5.567.000 hingga Rp25 juta.







