Tutup
NewsRegulasi

Tarif Trump 19%, Mendag: Dongkrak Daya Saing Produk RI di AS

661
×

Tarif Trump 19%, Mendag: Dongkrak Daya Saing Produk RI di AS

Sebarkan artikel ini
tarif-trump-19%,-mendag:-dongkrak-daya-saing-produk-ri-di-as-hingga-undang-investor
Tarif Trump 19%, Mendag: Dongkrak Daya Saing Produk RI di AS hingga Undang Investor

Jakarta – Pemerintah Indonesia berpotensi meraup keuntungan ganda dari kebijakan terbaru Amerika Serikat (AS) terkait tarif impor.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan, penurunan tarif impor oleh AS menjadi 19 persen membuka peluang peningkatan investasi dan ekspor bagi Indonesia.

Menurut budi, tarif baru ini merupakan hasil negosiasi dari tarif sebelumnya yang mencapai 32 persen.

“Tarif (buat Indonesia) 19 persen,itu kalau dari ASEAN kan selama ini masih paling rendah. Mudah-mudahan terus seperti itu sampai tanggal 1 Agustus,” ujar Budi di Kantor Kementerian Perdagangan,Jakarta,Kamis (17/7/2025).

Mendag menjelaskan, tarif yang dikenakan AS kepada indonesia lebih kompetitif dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara dan China.

Meskipun pemberlakuan tarif baru akan efektif pada 1 Agustus 2025, Mendag tidak menutup kemungkinan adanya negosiasi lebih lanjut.

Jika tarif 19 persen tetap berlaku, Indonesia akan memiliki sejumlah keuntungan.

Salah satunya, produk indonesia akan lebih diminati di pasar AS karena harganya lebih bersaing.

Tarif impor Indonesia lebih rendah dibandingkan tarif yang dikenakan AS kepada negara lain, seperti Thailand (36 persen), Laos (40 persen), malaysia (25 persen), dan Vietnam (20 persen).

Kondisi ini diharapkan berdampak positif pada kinerja ekspor Indonesia dibandingkan negara-negara kompetitor dengan tarif lebih tinggi.

Peningkatan volume ekspor juga diharapkan dapat mendorong kinerja industri nasional dan meningkatkan kepercayaan investor.

“Kalau dulu kita bersaing ekspor ke Amerika itu kan dengan tarif yang sama. Sekarang berarti kita mempunyai kelebihan,” kata Budi.

Mendag menambahkan, keunggulan ini dapat menarik investasi asing ke Indonesia.

“Jadi ini ada dua yang kita dapatkan,investasi masuk dan yang kedua ekspor kita meningkat,” pungkasnya.