Jakarta – Pemerintah pusat menyiapkan strategi baru untuk mengatasi masalah dana pemerintah daerah (Pemda) yang mengendap di perbankan. Percepatan transfer dana ke Pemda di awal tahun menjadi jurus utama.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Selasa (21/10).
Menkeu purbaya menjelaskan, percepatan transfer diharapkan mengurangi kebutuhan Pemda menyimpan dana sebagai cadangan.
“Kalau saya kembangkan sistem di mana transfer uang dari pemerintah ke pemda cepat, di mana awal tahun saya bisa mulai kirim, tanggal 2 misalnya, perlu nggak cadangan? kan nggak perlu, uangnya bisa dihabisin,” ujarnya.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya menyoroti masih banyaknya dana Pemda yang mengendap di bank. Hingga akhir September 2025, jumlahnya mencapai Rp234 triliun.
Menurutnya, lambatnya realisasi belanja APBD di daerah menjadi penyebab utama.
“Realisasi belanja APBD sampai dengan triwulan ketiga tahun ini masih melambat. Rendahnya serapan tersebut berakibat menambah simpanan uang pemda yang nganggur di bank sampai Rp234 triliun. Jadi jelas ini bukan soal uangnya tidak ada, tapi soal kecepatan eksekusi,” tegasnya.
Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Askolani menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemda terkait pengelolaan dana daerah.
Menkeu Purbaya memberikan empat arahan utama kepada Pemda.
pertama, Pemda diminta mempercepat belanja daerah. Kedua, Pemda diingatkan segera melunasi kewajiban kepada pihak ketiga.
Ketiga, Pemda diminta memanfaatkan dana yang mengendap di bank. Terakhir,Pemda diarahkan memantau pelaksanaan APBD 2025.
Kemenkeu juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengatasi masalah dana Pemda yang mengendap.
Menkeu Purbaya menegaskan, pemerintah pusat telah menyalurkan dana ke daerah secara penuh dan tepat waktu.
Realisasi transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp644,9 triliun atau 74,2 persen dari pagu hingga kuartal III 2025.
“Pesan saya sederhana, dananya sudah ada, segera gunakan, jangan tunggu akhir tahun. Gunakan untuk pembangunan yang produktif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.







