Pekanbaru – Pameran Pesona Bonsai 2025 di Pekanbaru menampilkan ratusan bonsai dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang ini tak hanya memamerkan keindahan seni merawat miniatur pohon, tetapi juga semangat kepedulian lingkungan.Ketua Panitia Pameran,Akbar Prabowo,menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah edukasi,apresiasi,dan kontribusi sosial.
Selain pameran, ada sarasehan dan lelang bonsai.Hasil lelang akan disumbangkan untuk korban banjir bandang dan galodo di sumatera.
Komunitas bonsai juga mendukung program Green Policing Kapolda Riau dan gerakan Satu Siswa, Satu Pohon yang dicanangkan Wali Kota Pekanbaru.
“Kami para pencinta bonsai juga merupakan pembudidaya. Merawat dan menanam pohon sudah menjadi bagian dari hidup kami,” kata Akbar, yang juga Wakil Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Riau.
Pameran ini berhasil menarik 433 bonsai dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat, hingga seluruh wilayah Sumatera.
“Untuk menjaga kualitas penjurian, kami menghadirkan juri nasional,” sebut Akbar.
Wali kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, mengapresiasi pameran ini sebagai ajang seni yang memadukan kreativitas, ketekunan, nilai seni, dan warisan budaya.
“Pameran ini sangat menarik karena kita melihat langsung kreativitas perajin, ketekunan mereka merawat, serta makna seni dan budaya yang terkandung di dalam setiap bonsai,” ujar Wali Kota.
Menurutnya, bonsai adalah simbol hubungan manusia dengan alam yang memiliki nilai edukatif dan ekologis.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, yang membuka acara, menegaskan bahwa pameran bonsai adalah medium edukasi tentang pentingnya merawat alam.
“Pameran ini menyimpan banyak makna. Salah satunya, bagaimana kita memaknai alam melalui tanaman bonsai yang menghadirkan keindahan,” ujar Kapolda.







