Singapura – Kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci transformasi digital bisnis di asia Tenggara. Teknologi ini menjanjikan efisiensi dan pengambilan keputusan berbasis data yang lebih cepat.
Hal ini mengemuka dalam SME AI Growth Day 2025, yang digelar di Singapura, 4 Desember 2025. Acara yang diselenggarakan Alibaba Cloud ini dihadiri lebih dari 250 pelaku bisnis, penyedia teknologi, dan pemimpin industri.
Forum ini bertujuan mendorong adopsi AI yang praktis, aman, dan terukur, terutama bagi usaha kecil dan menengah (UKM).
HashMicro, penyedia solusi Enterprise Resource Planning (ERP), turut hadir dalam forum tersebut.kehadiran mereka menyoroti peran strategis ERP dalam mendukung implementasi AI di bisnis modern.
Assistant of Chief Business Growth HashMicro, Felin, membawakan topik “Elevate Your Smart Enterprise wiht AI-driven ERP”. Ia menyoroti perubahan peran ERP yang kini lebih dari sekadar sistem pencatat data.
Menurut Felin, ERP modern harus memahami konteks bisnis dan membantu pengambilan keputusan secara cerdas. Kompleksitas operasional yang meningkat menuntut sistem yang adaptif dan mudah digunakan.
“ERP yang dibutuhkan bisnis saat ini adalah sistem yang mampu beradaptasi, berkembang seiring pertumbuhan perusahaan, dan memberikan kecerdasan layaknya asisten yang memahami konteks,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (22/12/2025).
Menjawab tantangan tersebut, HashMicro memperkenalkan Hashy, asisten AI yang terintegrasi langsung dalam sistem ERP. Hashy dikembangkan melalui integrasi dan modifikasi Qwen, bagian dari Large Language Model milik Alibaba Cloud.
Sebagai AI agent, Hashy mampu mendukung pengambilan keputusan lintas modul secara real-time dan mengeksekusi workflow melalui perintah sederhana. Seluruh aktivitas tercatat dengan baik sehingga tetap memenuhi aspek kepatuhan dan tata kelola.
“Dengan Hashy yang mengambil alih tugas-tugas administratif yang repetitif, tim bisa fokus pada hal-hal yang lebih strategis,” jelasnya.







