Tutup
Regulasi

BTN Rampungkan Spin-Off ke Bank Syariah Nasional

216
×

BTN Rampungkan Spin-Off ke Bank Syariah Nasional

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) resmi menuntaskan pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) atau *spin-off* ke PT Bank Syariah Nasional (BSN) pada 22 Desember 2025.

Langkah strategis ini dilakukan dengan mengalihkan seluruh hak dan kewajiban UUS BTN kepada BSN, setelah memperoleh restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengungkapkan bahwa dengan rampungnya proses ini, BTN kini memegang 6,6 miliar lembar saham BSN, setara dengan 99,99% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

“Perseroan menjadi pemegang saham pengendali BSN,” tegas Nixon dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/12/2025).

Efek dari pemisahan ini, kegiatan usaha UUS pada BTN secara hukum dinyatakan berakhir dan seluruh hak serta kewajiban otomatis beralih ke Bank Syariah Nasional.

Keputusan *spin-off* ini sendiri telah disetujui oleh para pemegang saham BTN dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 November 2025.

Penggabungan UUS BTN dengan Bank Victoria Syariah akan memposisikan Bank Syariah Nasional sebagai bank umum syariah (BUS) dengan aset terbesar kedua di Indonesia, dengan total aset menembus angka Rp 71,3 triliun.

Nixon menambahkan, total nilai aset UUS BTN telah melampaui batas yang ditetapkan dalam Pasal 59 POJK 12/2023 sejak kuartal IV 2023, tepatnya per Desember 2023.

Berdasarkan laporan keuangan BTN tahun buku 2023 (diaudit) yang dipublikasikan pada kuartal I 2024, UUS BTN mencatatkan total aset sebesar Rp 54,3 triliun.

“Oleh karena itu, perseroan selaku bank umum konvensional wajib melakukan pemisahan atau *spin-off* Unit Usaha Syariah,” jelas Nixon saat RUPSLB BTN di Menara BTN, Jakarta.

Jaringan UUS BTN saat ini meliputi 35 Kantor Cabang Syariah (KCS), 76 Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS), dan 589 Kantor Layanan Syariah yang tersebar di berbagai wilayah.

Dengan dukungan infrastruktur teknologi yang sebagian besar telah terpisah dari induk, serta sumber daya manusia yang kompeten, UUS BTN dinilai siap beroperasi secara mandiri.

“Pertumbuhan yang konsisten ini menunjukkan kesiapan Unit Usaha Syariah BTN untuk berdiri sendiri sebagai entitas bank umum syariah penuh,” pungkas Nixon.