Tutup
Regulasi

BTN Rampungkan Spin-Off ke Bank Syariah Nasional

349
×

BTN Rampungkan Spin-Off ke Bank Syariah Nasional

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) resmi menuntaskan pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) atau *spin-off* ke PT Bank Syariah Nasional (BSN) pada 22 Desember 2025.

Langkah strategis ini dilakukan dengan mengalihkan seluruh hak dan kewajiban UUS BTN kepada BSN, setelah memperoleh restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengungkapkan bahwa dengan rampungnya proses ini, BTN kini memegang 6,6 miliar lembar saham BSN, setara dengan 99,99% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

“Perseroan menjadi pemegang saham pengendali BSN,” tegas Nixon dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/12/2025).

Efek dari pemisahan ini, kegiatan usaha UUS pada BTN secara hukum dinyatakan berakhir dan seluruh hak serta kewajiban otomatis beralih ke Bank Syariah Nasional.

Keputusan *spin-off* ini sendiri telah disetujui oleh para pemegang saham BTN dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 November 2025.

Penggabungan UUS BTN dengan Bank Victoria Syariah akan memposisikan Bank Syariah Nasional sebagai bank umum syariah (BUS) dengan aset terbesar kedua di Indonesia, dengan total aset menembus angka Rp 71,3 triliun.

Nixon menambahkan, total nilai aset UUS BTN telah melampaui batas yang ditetapkan dalam Pasal 59 POJK 12/2023 sejak kuartal IV 2023, tepatnya per Desember 2023.

Berdasarkan laporan keuangan BTN tahun buku 2023 (diaudit) yang dipublikasikan pada kuartal I 2024, UUS BTN mencatatkan total aset sebesar Rp 54,3 triliun.

“Oleh karena itu, perseroan selaku bank umum konvensional wajib melakukan pemisahan atau *spin-off* Unit Usaha Syariah,” jelas Nixon saat RUPSLB BTN di Menara BTN, Jakarta.

Jaringan UUS BTN saat ini meliputi 35 Kantor Cabang Syariah (KCS), 76 Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS), dan 589 Kantor Layanan Syariah yang tersebar di berbagai wilayah.

Dengan dukungan infrastruktur teknologi yang sebagian besar telah terpisah dari induk, serta sumber daya manusia yang kompeten, UUS BTN dinilai siap beroperasi secara mandiri.

“Pertumbuhan yang konsisten ini menunjukkan kesiapan Unit Usaha Syariah BTN untuk berdiri sendiri sebagai entitas bank umum syariah penuh,” pungkas Nixon.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada hari terakhir bulan Mei 2026. Pada Jumat (29/5/2026), IHSG turun tipis 0,05% ke level 6.127,38. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini telah anjlok 29,14%. Tekanan pasar kali ini terutama dipicu oleh efektifnya rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlaku pada…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Investor ritel perlu lebih selektif menentukan strategi investasi emas. Pasalnya, saat harga emas mulai rebound setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir, spread harga jual dan buyback emas batangan masih relatif lebar. Melansir Bloomberg, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Harga emas spot ditutup pada level US$ 4.540,26 per ons troi, naik 1% disbanding sehari sebelumnya. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) pada tahun buku 2025 dinilai menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Perseroan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 62,1% secara tahunan menjadi Rp 577 miliar, serta berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sekitar Rp65 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menilai, pertumbuhan tersebut bukan sekadar faktor sementara, melainkan ditopang oleh perbaikan…