Tutup
NewsRegulasi

BUMN Tancap Gas: Bangun 15 Ribu Rumah untuk Korban Bencana Sumatra

191
×

BUMN Tancap Gas: Bangun 15 Ribu Rumah untuk Korban Bencana Sumatra

Sebarkan artikel ini

Prioritas utama adalah pembangunan 15 ribu rumah layak huni bagi ribuan korban yang kehilangan tempat tinggal.

Kepala Badan BP BUMN, Dony Oskaria, mengungkapkan hal ini usai bertemu dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra, Rabu (24/12/2025).
Kepala Badan BP BUMN, Dony Oskaria, mengungkapkan hal ini usai bertemu dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra, Rabu (24/12/2025).

Jakarta – Mengusung semangat kemanusiaan, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bahu-membahu mempercepat pemulihan pascabencana di Pulau Sumatra.

Prioritas utama adalah pembangunan 15 ribu rumah layak huni bagi ribuan korban yang kehilangan tempat tinggal.

Komitmen ini ditegaskan Kepala Badan BP BUMN, Dony Oskaria, usai bertemu Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra, Rabu (24/12/2025).

“Ini bukan hanya tugas, tetapi juga panggilan kemanusiaan untuk bergerak cepat dan bangkit kembali bersama rakyat,” tegas Dony.

Dia menegaskan kesiapan BUMN berada di garis depan upaya pemulihan.

Lebih dari sekadar membangun kembali tempat tinggal, BUMN juga fokus pada pemulihan infrastruktur vital.

Bantuan berupa alat berat terus digelontorkan untuk membuka akses jalan yang terisolasi akibat longsor dan kerusakan lainnya.

Tim BUMN juga bekerja keras membersihkan puing-puing sisa bencana yang menghambat aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Pengerukan sungai juga menjadi agenda penting untuk meminimalkan risiko banjir susulan saat musim hujan tiba.

Sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan, pengiriman tangki air bersih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Ribuan pekerja diterjunkan ke Aceh Tamiang dan wilayah lainnya untuk mempercepat proses pembersihan dan pembangunan.

Pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi krusial untuk mendukung koordinasi tim SAR dan memulihkan akses informasi bagi masyarakat.

BUMN terkait berupaya secepat mungkin mengoperasikan kembali Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak bencana.

Hal ini diharapkan dapat memulihkan komunikasi yang terputus dan memungkinkan petugas di lapangan bekerja lebih efektif.

Tidak hanya infrastruktur fisik dan komunikasi, BUMN juga menaruh perhatian besar pada pemulihan operasional perbankan daerah.

Diharapkan, layanan perbankan dapat segera pulih dan kembali melayani masyarakat, sehingga roda perekonomian lokal dapat kembali berputar.

Hal ini penting untuk memastikan masyarakat dapat kembali melakukan transaksi, mendapatkan akses modal, dan memulai kembali usaha mereka.

Dengan sinergi dan kolaborasi lintas sektor, BUMN menunjukkan komitmennya untuk membangun kembali Sumatra yang lebih kuat dan tangguh pascabencana.

Upaya ini bukan hanya tentang membangun kembali fisik, tetapi juga memulihkan semangat dan harapan masyarakat.