Tutup
EkonomiPerbankan

Pemerintah Amankan Stok Pangan Nataru, Tindak Tegas Pelanggar

146
×

Pemerintah Amankan Stok Pangan Nataru, Tindak Tegas Pelanggar

Sebarkan artikel ini
amran-pastikan-stok-dan-harga-bahan-pokok-aman-saat-nataru
Amran Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Aman saat Nataru

Jakarta – Pemerintah memastikan ketersediaan dan harga pangan nasional aman menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (bapanas) Andi amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus memantau stok, harga, dan distribusi pangan di seluruh Indonesia.

“Negara harus hadir memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, termasuk pada perayaan Natal,” ujar Amran dalam keterangan resmi, Kamis (25/12).

Amran menjelaskan,stok sejumlah komoditas pangan strategis saat ini berada dalam posisi aman.

Stok beras diperkirakan mencapai 3,53 juta ton hingga akhir 2025.

Pasokan minyak goreng juga dipastikan mencukupi kebutuhan nasional.

“Kita produsen minyak goreng yang menyuplai dunia. Stok kita aman,” tegas Amran.

Untuk komoditas protein hewani seperti telur dan daging ayam, pemerintah telah melakukan pengecekan langsung hingga tingkat peternak.

Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan dan harga tetap stabil.

“Kita sudah cek di peternaknya, telur dengan ayam sesuai, stabil,” kata Amran.

Ia pun mewanti-wanti agar tidak ada pengusaha yang memainkan keadaan.

“Tolong jangan ada pengusaha yang memainkan keadaan, memanfaatkan momen Natal dan Tahun Baru. Stok kita cukup,” tegasnya.

Amran menambahkan, fluktuasi harga komoditas hortikultura seperti cabai masih dipengaruhi faktor cuaca.

Namun, komoditas strategis yang surplus dan memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) tidak boleh mengalami kenaikan.

“Cabai naik sedikit itu masih wajar karena hujan. Tetapi yang tidak boleh, beras dan minyak goreng, telur dan ayam, karena kita surplus dan ada HET,” ujarnya.

dalam kesempatan yang sama,Amran juga mengungkap adanya dugaan pelanggaran HET minyak goreng oleh dua produsen.

Pemerintah, kata dia, telah mengambil langkah melalui Satgas pangan dengan fokus pada penindakan di tingkat produsen.

“Yang diduga melanggar kami kejar. Kami fokus pada produsennya. Kalau terbukti, sanksinya pidana dan pencabutan izin,” katanya.

Terkait telur ayam ras,Amran memastikan ketersediaan nasional aman hingga Lebaran 2026.

Proyeksi neraca pangan menunjukkan kebutuhan konsumsi telur ayam ras nasional pada 2025 diperkirakan 6,487 juta ton, sementara produksi mencapai 6,561 juta ton, sehingga masih terjadi surplus.

Pemerintah juga menegaskan fluktuasi harga telur bersifat musiman dan tidak signifikan dipengaruhi Programme Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski stok dinilai mencukupi, pemerintah tetap mengawal pergerakan harga telur agar berada sesuai Harga Acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen sebesar Rp30 ribu per kilogram.

“Tadi telur alhamdulillah baik, tetapi kita tidak boleh lengah. Telur cukup. Saya katakan tidak boleh naik. Kalau naik, kita tindak,” pungkas Amran.