Tutup
Regulasi

Januari Effect: Sektor Saham Potensial & Tips Investasi Awal Tahun

296
×

Januari Effect: Sektor Saham Potensial & Tips Investasi Awal Tahun

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren positifnya hingga akhir Januari 2026. Fenomena *January Effect* berpotensi kembali mewarnai pasar modal di awal tahun ini.

Pada awal perdagangan tahun 2026, tepatnya Jumat (2/1/2026), IHSG dibuka menguat 0,39% ke level 8.685. Bahkan, pada penutupan perdagangan, IHSG melesat 1,17% ke level 8.788.

Kinerja positif ini berlanjut pada perdagangan sesi I hari Senin (5/1/2026), di mana IHSG kembali naik 0,65% ke posisi 8.804.

Analis Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, meyakini IHSG masih memiliki peluang besar untuk mencatatkan kinerja positif di bulan Januari 2026.

Menurutnya, secara historis, awal tahun seringkali diiringi dengan *rebalancing* portofolio dan masuknya dana segar dari investor, baik ritel maupun institusi.

“Kondisi ini membuka peluang akumulasi pada saham-saham yang sebelumnya tertinggal atau memiliki sentimen kuat,” ujarnya.

Beberapa sentimen positif yang mendukung penguatan IHSG di bulan Januari antara lain ekspektasi kebijakan suku bunga global yang lebih akomodatif, potensi pemulihan aliran dana asing, serta valuasi saham-saham *big caps* yang relatif murah secara historis.

“Peluang penguatan akan semakin besar apabila rupiah mulai stabil dan arus dana asing kembali masuk secara konsisten ke pasar saham domestik,” imbuhnya.

Namun demikian, investor juga perlu mewaspadai sejumlah sentimen negatif yang dapat menghambat laju IHSG.

Tekanan dapat datang dari harga komoditas yang mulai melemah, potensi eskalasi ketegangan geopolitik global, serta kondisi rupiah yang masih relatif lemah.

Faktor-faktor ini dapat menjadi penghambat masuknya dana asing dan membuat pergerakan IHSG lebih volatil.

“Meski demikian, selama tekanan eksternal tersebut masih terjaga dan tidak memburuk signifikan, peluang penguatan indeks tetap terbuka,” jelasnya.

Dari sisi sektor, saham-saham perkapalan mulai menarik untuk diperhatikan karena adanya perbaikan momentum dan sentimen di sektor logistik dan distribusi.

Emiten-emiten konglomerasi, khususnya yang terafiliasi grup Bakrie, juga menunjukkan momentum penguatan yang cukup kuat, meskipun pergerakannya cenderung bersifat jangka pendek dan sangat bergantung pada sentimen.

“Untuk sektor yang relatif tertinggal, kesehatan, konsumsi, dan keuangan berpotensi mengalami *rebound* pada Januari seiring rotasi dana ke saham-saham yang valuasinya masih tertinggal,” tuturnya.

Terkait target IHSG 10.000, Ekky menilai level tersebut lebih realistis sebagai target menengah–panjang di sepanjang 2026, bukan di awal tahun.

Level ini sangat mungkin tercapai apabila beberapa prasyarat terpenuhi, antara lain aliran dana asing kembali konsisten, rupiah stabil, suku bunga global benar-benar memasuki fase penurunan, serta pertumbuhan laba korporasi kembali akseleratif pada semester II 2026.

Dengan skenario tersebut, peluang IHSG menuju 10.000 lebih besar terjadi pada paruh kedua tahun 2026, seiring adanya konfirmasi pemulihan ekonomi dan kinerja emiten.

“Tanpa dukungan fundamental dan *inflow* asing yang kuat, level tersebut akan sulit dicapai hanya dengan mengandalkan sentimen musiman semata,” ujarnya.

Ekky pun menyarankan investor untuk mencermati saham HRUM, GGRM, dan MBMA.

“Sementara, opsi *second liner* bisa KIJA yang belum terlalu naik signifikan. Ketiga itu ada momentum,” pungkasnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pergerakan harga emas terpantau mengalami fluktuasi sejak awal tahun 2026. Meski begitu, emas masih menjadi salah satu portofolio investasi yang dipilih investor. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada 2 Januari di level sekitar US$ 4.300 per troy ons. Lalu pada 28 Januari harga sempat menyentuh sekitar US$ 5.400 per troy ons. Berikutnya pada 23 Maret 2026 harga bergerak ke level sekitar US$ 4.400 per…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…