Regulasi

Januari Effect: Sektor Saham Potensial & Tips Investasi Awal Tahun

354
×

Januari Effect: Sektor Saham Potensial & Tips Investasi Awal Tahun

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren positifnya hingga akhir Januari 2026. Fenomena *January Effect* berpotensi kembali mewarnai pasar modal di awal tahun ini.

Pada awal perdagangan tahun 2026, tepatnya Jumat (2/1/2026), IHSG dibuka menguat 0,39% ke level 8.685. Bahkan, pada penutupan perdagangan, IHSG melesat 1,17% ke level 8.788.

Kinerja positif ini berlanjut pada perdagangan sesi I hari Senin (5/1/2026), di mana IHSG kembali naik 0,65% ke posisi 8.804.

Analis Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, meyakini IHSG masih memiliki peluang besar untuk mencatatkan kinerja positif di bulan Januari 2026.

Menurutnya, secara historis, awal tahun seringkali diiringi dengan *rebalancing* portofolio dan masuknya dana segar dari investor, baik ritel maupun institusi.

“Kondisi ini membuka peluang akumulasi pada saham-saham yang sebelumnya tertinggal atau memiliki sentimen kuat,” ujarnya.

Beberapa sentimen positif yang mendukung penguatan IHSG di bulan Januari antara lain ekspektasi kebijakan suku bunga global yang lebih akomodatif, potensi pemulihan aliran dana asing, serta valuasi saham-saham *big caps* yang relatif murah secara historis.

“Peluang penguatan akan semakin besar apabila rupiah mulai stabil dan arus dana asing kembali masuk secara konsisten ke pasar saham domestik,” imbuhnya.

Namun demikian, investor juga perlu mewaspadai sejumlah sentimen negatif yang dapat menghambat laju IHSG.

Tekanan dapat datang dari harga komoditas yang mulai melemah, potensi eskalasi ketegangan geopolitik global, serta kondisi rupiah yang masih relatif lemah.

Faktor-faktor ini dapat menjadi penghambat masuknya dana asing dan membuat pergerakan IHSG lebih volatil.

“Meski demikian, selama tekanan eksternal tersebut masih terjaga dan tidak memburuk signifikan, peluang penguatan indeks tetap terbuka,” jelasnya.

Dari sisi sektor, saham-saham perkapalan mulai menarik untuk diperhatikan karena adanya perbaikan momentum dan sentimen di sektor logistik dan distribusi.

Emiten-emiten konglomerasi, khususnya yang terafiliasi grup Bakrie, juga menunjukkan momentum penguatan yang cukup kuat, meskipun pergerakannya cenderung bersifat jangka pendek dan sangat bergantung pada sentimen.

“Untuk sektor yang relatif tertinggal, kesehatan, konsumsi, dan keuangan berpotensi mengalami *rebound* pada Januari seiring rotasi dana ke saham-saham yang valuasinya masih tertinggal,” tuturnya.

Terkait target IHSG 10.000, Ekky menilai level tersebut lebih realistis sebagai target menengah–panjang di sepanjang 2026, bukan di awal tahun.

Level ini sangat mungkin tercapai apabila beberapa prasyarat terpenuhi, antara lain aliran dana asing kembali konsisten, rupiah stabil, suku bunga global benar-benar memasuki fase penurunan, serta pertumbuhan laba korporasi kembali akseleratif pada semester II 2026.

Dengan skenario tersebut, peluang IHSG menuju 10.000 lebih besar terjadi pada paruh kedua tahun 2026, seiring adanya konfirmasi pemulihan ekonomi dan kinerja emiten.

“Tanpa dukungan fundamental dan *inflow* asing yang kuat, level tersebut akan sulit dicapai hanya dengan mengandalkan sentimen musiman semata,” ujarnya.

Ekky pun menyarankan investor untuk mencermati saham HRUM, GGRM, dan MBMA.

“Sementara, opsi *second liner* bisa KIJA yang belum terlalu naik signifikan. Ketiga itu ada momentum,” pungkasnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Jakarta.Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau pada awal Juni 2026. Investor perlu mencermati sejumlah saham berikut yang akan cum dividen mulai hari ini, Rabu 3 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa 2 Juni 2026 ditutup di level 6.195,43 naik 1,11% atau 68,05 poin secara harian. Kenaikan ini merupakan awal yang positif karena pada Mei 2026, IHSG tertekan hingga turun tajam,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada awal Juni 2026 setelah mengalami tekanan pada penghujung Mei. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG menguat 1,11% atau naik 67,85 poin ke level 6.195,42. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun RTI, pergerakan IHSG sepanjang hari berada di zona hijau. Baca Juga: SumbarSumbarbisnis.com Sell Rp 518 Miliar Saat IHSG Menguat, Cek SumbarSumbarbisnis.com Sell…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 189 miliar atau setara 62,6% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disepakati perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Selasa (2/6/2026). Dividen tunai tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham yaitu sebanyak 2,7 miliar saham, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (2/6/026) setelah mencetak serangkaian rekor tertinggi baru dalam beberapa sesi terakhir. Meski demikian, optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) tetap menjadi penopang sentimen pasar. Baca Juga: Wall Street Terus Catat Rekor, Investasi di Pasar Saham AS Bisa Jadi Opsi Alternatif Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones…