Tutup
Regulasi

IHSG Menguat! Intip Saham Net Buy Asing Terbesar Awal Pekan

231
×

IHSG Menguat! Intip Saham Net Buy Asing Terbesar Awal Pekan

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan catatan positif, melompat 1,27% atau 111,06 poin ke level 8.859,19 pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2026).

Kinerja gemilang IHSG ini didorong oleh penguatan mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari 11 sektor yang ada, 10 di antaranya berhasil membukukan kenaikan.

Sektor barang baku menjadi bintang dengan kenaikan tertinggi, mencapai 2,62%. Diikuti oleh sektor energi yang naik 2,31% dan sektor transportasi sebesar 2,02%.

Sektor barang konsumer non-primer juga turut menyumbang penguatan dengan kenaikan 1,66%, disusul sektor kesehatan (1,62%), dan perindustrian.

Sektor keuangan mencatat kenaikan 0,42%, infrastruktur naik 0,96%, barang konsumer primer meningkat 0,82%, serta properti dan real estate naik tipis 0,41%.

Satu-satunya sektor yang mengalami pelemahan adalah sektor teknologi, meski hanya turun tipis 0,07%.

Aktivitas perdagangan hari ini cukup ramai dengan volume mencapai 69,50 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 30,01 triliun. Secara keseluruhan, 446 saham menguat, 246 saham melemah, dan 114 saham stagnan.

Investor asing juga menunjukkan minat positif terhadap pasar saham Indonesia dengan mencatatkan *net buy* atau beli bersih sebesar Rp 38,87 miliar di seluruh pasar.

Berikut adalah daftar 10 saham dengan *net buy* terbesar oleh investor asing pada hari Senin:

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 154,13 miliar
2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 124,47 miliar
3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 110,62 miliar
4. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 86,88 miliar
5. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 84,9 miliar
6. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 78,61 miliar
7. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 77,79 miliar
8. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 71,49 miliar
9. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 57,76 miliar
10. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 48,37 miliar