Tutup
Regulasi

IHSG Menguat! Intip Saham Net Buy Asing Terbesar Awal Pekan

430
×

IHSG Menguat! Intip Saham Net Buy Asing Terbesar Awal Pekan

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan catatan positif, melompat 1,27% atau 111,06 poin ke level 8.859,19 pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2026).

Kinerja gemilang IHSG ini didorong oleh penguatan mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari 11 sektor yang ada, 10 di antaranya berhasil membukukan kenaikan.

Sektor barang baku menjadi bintang dengan kenaikan tertinggi, mencapai 2,62%. Diikuti oleh sektor energi yang naik 2,31% dan sektor transportasi sebesar 2,02%.

Sektor barang konsumer non-primer juga turut menyumbang penguatan dengan kenaikan 1,66%, disusul sektor kesehatan (1,62%), dan perindustrian.

Sektor keuangan mencatat kenaikan 0,42%, infrastruktur naik 0,96%, barang konsumer primer meningkat 0,82%, serta properti dan real estate naik tipis 0,41%.

Satu-satunya sektor yang mengalami pelemahan adalah sektor teknologi, meski hanya turun tipis 0,07%.

Aktivitas perdagangan hari ini cukup ramai dengan volume mencapai 69,50 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 30,01 triliun. Secara keseluruhan, 446 saham menguat, 246 saham melemah, dan 114 saham stagnan.

Investor asing juga menunjukkan minat positif terhadap pasar saham Indonesia dengan mencatatkan *net buy* atau beli bersih sebesar Rp 38,87 miliar di seluruh pasar.

Berikut adalah daftar 10 saham dengan *net buy* terbesar oleh investor asing pada hari Senin:

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 154,13 miliar
2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 124,47 miliar
3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 110,62 miliar
4. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 86,88 miliar
5. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 84,9 miliar
6. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 78,61 miliar
7. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 77,79 miliar
8. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 71,49 miliar
9. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 57,76 miliar
10. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 48,37 miliar

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Wall Street mengawali Juni dengan bergerak di dekat level tertinggi sepanjang masa. Optimisme investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), terutama setelah peluncuran chip terbaru Nvidia, mampu meredam kekhawatiran pasar terhadap memanasnya konflik Amerika Serikat-Iran yang kembali menekan harga energi. Pada perdagangan pagi waktu setempat, indeks Dow Jones melemah 0,35% ke 50.855,46. Sementara itu, S&P 500…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Sejak beberapa bulan kemarin, regulator sudah menetapkan kebijakan baru mengenai batas saham beredar bebas alias free float menjadi minimum 15%. Menjelang tenggat waktu kebijakan ini, sejumlah emiten bank terlihat masih kesulitan meningkatkan jumlah free float-nya. Dari riset Kontan, sampai dengan Senin (1/6/2026), setidaknya masih ada sekitar 24 emiten bank yang jumlah free float-nya belum mencapai free float 15%. Untuk…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Pasar saham Indonesia masih lesu menjelang pertengahan tahun 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) koreksi dalam dan tren initial public offering (IPO) sepi tahun ini. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), per 22 Mei 2026 baru ada satu emiten yang IPO sepanjang tahun ini, yaitu PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) dengan dana dihimpun Rp 0,30 triliun. Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Perusahaan securities crowdfunding atau urun dana PT Dana Aguna Nusantara (Danamart) menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate menjadi 5,25% dapat mempengaruhi preferensi sebagian investor (pemodal), khususnya terhadap instrumen dengan profil risiko relatif lebih rendah seperti produk perbankan. Meski demikian, Head of Marketing Communication Danamart Cindera Hegawan optimistis minat investor…