Tutup
Regulasi

IHSG Menguat! Intip Saham Net Buy Asing Terbesar Awal Pekan

329
×

IHSG Menguat! Intip Saham Net Buy Asing Terbesar Awal Pekan

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan catatan positif, melompat 1,27% atau 111,06 poin ke level 8.859,19 pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2026).

Kinerja gemilang IHSG ini didorong oleh penguatan mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari 11 sektor yang ada, 10 di antaranya berhasil membukukan kenaikan.

Sektor barang baku menjadi bintang dengan kenaikan tertinggi, mencapai 2,62%. Diikuti oleh sektor energi yang naik 2,31% dan sektor transportasi sebesar 2,02%.

Sektor barang konsumer non-primer juga turut menyumbang penguatan dengan kenaikan 1,66%, disusul sektor kesehatan (1,62%), dan perindustrian.

Sektor keuangan mencatat kenaikan 0,42%, infrastruktur naik 0,96%, barang konsumer primer meningkat 0,82%, serta properti dan real estate naik tipis 0,41%.

Satu-satunya sektor yang mengalami pelemahan adalah sektor teknologi, meski hanya turun tipis 0,07%.

Aktivitas perdagangan hari ini cukup ramai dengan volume mencapai 69,50 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 30,01 triliun. Secara keseluruhan, 446 saham menguat, 246 saham melemah, dan 114 saham stagnan.

Investor asing juga menunjukkan minat positif terhadap pasar saham Indonesia dengan mencatatkan *net buy* atau beli bersih sebesar Rp 38,87 miliar di seluruh pasar.

Berikut adalah daftar 10 saham dengan *net buy* terbesar oleh investor asing pada hari Senin:

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 154,13 miliar
2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 124,47 miliar
3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 110,62 miliar
4. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 86,88 miliar
5. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 84,9 miliar
6. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 78,61 miliar
7. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 77,79 miliar
8. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 71,49 miliar
9. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 57,76 miliar
10. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 48,37 miliar

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pergerakan harga emas terpantau mengalami fluktuasi sejak awal tahun 2026. Meski begitu, emas masih menjadi salah satu portofolio investasi yang dipilih investor. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada 2 Januari di level sekitar US$ 4.300 per troy ons. Lalu pada 28 Januari harga sempat menyentuh sekitar US$ 5.400 per troy ons. Berikutnya pada 23 Maret 2026 harga bergerak ke level sekitar US$ 4.400 per…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…