Tutup
Regulasi

Saham Bank Mini Bergairah di 2026: Dampak Penghapusan KBMI 1?

369
×

Saham Bank Mini Bergairah di 2026: Dampak Penghapusan KBMI 1?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Awal tahun ini, sejumlah saham bank kecil menunjukkan tren positif. Kenaikan ini dipicu oleh sentimen perbaikan kinerja keuangan dan wacana penghapusan kategori Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) 1 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Saham PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA) misalnya, sempat melonjak saat pembukaan pasar sesi pertama perdagangan Selasa (6/1/2026). Meskipun sempat berfluktuasi, secara *year to date* (YtD), saham BNBA naik signifikan.

Bagaimana dengan saham bank lainnya?

PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA) juga mengalami peningkatan. Sementara itu, PT Bank Ganesha Tbk. (BGTG) bahkan mencatat kenaikan dua digit.

Kinerja positif juga terlihat pada saham PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU), PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR), dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. (INPC).

Namun, tidak semua saham bank kecil mencatatkan performa positif. PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) dan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk. (PNBS) justru mengalami penurunan.

Senada, saham PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) juga terpantau turun tipis.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa perbaikan kinerja keuangan menjadi pendorong utama kenaikan saham bank-bank mini. Pasar merespons positif upaya bank-bank kecil dalam membenahi fundamental bisnis mereka.

Selain itu, wacana penghapusan kategori KBMI 1 oleh OJK juga turut memengaruhi pergerakan saham. Wacana ini mendorong bank-bank KBMI 1 untuk mempertimbangkan konsolidasi, termasuk merger.

“Kenaikan harga saham bank ini kan lebih dipengaruhi oleh sentimen dari perbaikan kinerja ya, terutama ya. Walaupun misalnya terdapat pengaruh dari wacana OJK untuk menghapus KBMI 1,” ujar Nafan.

Rencana merger, secara teori, berpotensi menjadi sentimen positif bagi saham perbankan terkait. Konsolidasi diharapkan dapat memperkuat permodalan, memperbaiki efisiensi, serta meningkatkan daya saing bank.

Meski demikian, Nafan mengingatkan investor untuk tetap mencermati realisasi aksi korporasi tersebut. Tidak semua rencana merger berjalan mulus sesuai ekspektasi pasar.

“Kita harus melihat aksi korporasinya seperti apa, mergernya kadang bisa, prosesnya bisa berjalan ataupun juga diam di tempat misalnya,” jelasnya.

Dengan demikian, pergerakan saham bank-bank KBMI 1 ke depan masih akan sangat bergantung pada perbaikan kinerja yang berkelanjutan serta kepastian realisasi aksi merger yang direncanakan.

*

Disclaimer:** *Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Penulis tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.*