Tutup
EkonomiInvestasiNews

Bitcoin Melemah, Investor Cermati Peluang dan Risiko Baru

138
×

Bitcoin Melemah, Investor Cermati Peluang dan Risiko Baru

Sebarkan artikel ini
harga-bitcoin-turun-tajam,-analis-sarankan-jangan-buru-buru-serok,-kenapa? 
Harga Bitcoin Turun Tajam, Analis Sarankan Jangan Buru-Buru Serok, Kenapa? 

Jakarta – Harga Bitcoin kembali terkoreksi setelah sempat mendekati level US$100.000.Pelemahan ini memicu perdebatan strategi “buy the dip” di kalangan investor kripto.

Sejumlah analis menilai koreksi Bitcoin saat ini belum tentu menjadi peluang beli terbaik. Mereka mewanti-wanti potensi tekanan harga lebih lanjut.

Analis dari bank investasi Compass Point menyarankan investor untuk tidak terburu-buru bertaruh pada Bitcoin. Mereka merekomendasikan untuk menunggu hingga harganya kembali menembus US$98.000 atau sekitar Rp1,66 miliar (kurs Rp16.900).

Level US$98.000 merupakan rata-rata harga beli investor jangka pendek. Mereka adalah investor yang memegang Bitcoin kurang dari 155 hari dan sangat sensitif terhadap pergerakan harga.

Pekan lalu, harga Bitcoin sempat melonjak ke level tertinggi dalam dua bulan di US$97.500 atau sekitar Rp1,65 miliar. Namun, gagal menembus ambang batas yang membuat investor jangka pendek kembali untung.

Kegagalan ini memicu kekhawatiran bahwa harga Bitcoin berpotensi memasuki fase penurunan yang lebih panjang. analis Compass Point melihat kemiripan dengan pola pasar bearish sebelumnya.

“Salah satu ciri utama pasar bearish Bitcoin adalah reli pemulihan yang menjanjikan, kemudian diikuti aksi jual yang agresif,” tulis analis Compass Point.

Pada Rabu, harga Bitcoin bergerak di kisaran US$90.000 atau sekitar Rp1,52 miliar. sempat menyentuh level terendah di US$87.900 atau sekitar Rp1,49 miliar.

Penurunan ini terjadi seiring kekhawatiran pasar akibat isu tarif dan ketegangan geopolitik. Termasuk wacana Presiden AS Donald Trump terkait Greenland.

Penurunan harga menghapus seluruh kenaikan Bitcoin selama sebulan terakhir. Ini menandakan lemahnya sentimen jangka pendek di pasar kripto.

Di sisi lain, investor jangka panjang (memegang Bitcoin lebih dari enam bulan) justru mulai mengurangi aktivitas penjualan.