Tutup
Politik

Airlangga Ungkap Keuntungan Kesepakatan Tarif Indonesia-AS

187
×

Airlangga Ungkap Keuntungan Kesepakatan Tarif Indonesia-AS

Sebarkan artikel ini

Washington D.C. – Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan terkait tarif perdagangan yang ditargetkan rampung pada awal 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kesepakatan ini menguntungkan kedua negara secara seimbang.

Airlangga menegaskan bahwa tidak ada kebijakan Indonesia yang dibatasi oleh perjanjian ini. Menurutnya, perjanjian ini bersifat komersial dan strategis, dirancang untuk meningkatkan kepentingan ekonomi kedua negara secara adil.

“Tentunya perjanjian ini sifatnya adalah komersial dan strategis dan menguntungkan kepentingan ekonomi kedua negara secara berimbang,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring dari Washington, D.C., Selasa (23/12/2025) waktu Jakarta.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa saat ini tidak ada lagi hambatan untuk penandatanganan *Agreement on Reciprocal Tariff* (ART). Dinamika pembahasan dengan *United States Trade Representative* (USTR) hanya terkait harmonisasi bahasa. Kedua negara juga tidak membahas kesepakatan lain di luar perjanjian dagang ini.

Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan bersama yang dirilis pada 22 Juli lalu, yang menurunkan tarif impor untuk produk Indonesia dari 32% menjadi 19%. AS juga memberikan pengecualian tarif untuk sejumlah produk unggulan Indonesia, seperti minyak kelapa sawit, kopi, teh, dan kakao.

Tim teknis Indonesia dijadwalkan berangkat ke AS pada pekan kedua Januari 2026 untuk melanjutkan proses *legal drafting*.

“Setelah seluruh proses teknis diselesaikan, maka diharapkan sebelum akhir bulan Januari ini akan disiapkan dokumen untuk dapat ditandatangani secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Pak Donald Trump,” kata Airlangga.

Sebelumnya, sejumlah media internasional sempat memberitakan potensi pembatalan negosiasi bilateral Indonesia-AS.