Tutup
Regulasi

MORA Melemah: Analisis Saham dan Rekomendasi Terbaru untuk Investor

153
×

MORA Melemah: Analisis Saham dan Rekomendasi Terbaru untuk Investor

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) mencuri perhatian investor dengan lonjakan harga yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini seiring dengan aksi korporasi merger yang akan dilakukan perusahaan.

Meski terkoreksi 4,69% ke level Rp 9.650 per saham pada perdagangan Selasa (23/12/2025) pukul 15.26 WIB, namun secara bulanan saham MORA telah melonjak 44,57%. Bahkan, secara year to date (ytd) kenaikannya mencapai 2.144%.

Praktisi Pasar Modal, William Hartanto, mengingatkan investor untuk mewaspadai potensi *profit taking* mengingat kenaikan saham MORA yang sudah sangat tinggi. Ia merekomendasikan *wait and see* karena saham MORA masih menunjukkan tren pelemahan.

“MORA memiliki support pada level Rp 8.900,” ujarnya.

Seperti diketahui, MORA akan merger dengan PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia), yang merupakan entitas usaha milik PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Kesepakatan definitif untuk merger ini telah tercapai.

Merger ditargetkan rampung pada semester I-2026. Setelah efektif, MORA akan menjadi entitas yang bertahan dan berganti nama menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk. DSSA akan menjadi pemegang saham pengendali secara tidak langsung.

Presiden Direktur DSSA, Krisnan Cahya, menjelaskan bahwa merger ini merupakan langkah strategis untuk memajukan transformasi digital di Indonesia.

Langkah ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri telekomunikasi nasional dan memperkuat ekosistem digital Indonesia.

“Saya percaya merger ini merupakan langkah untuk mendukung agenda digital Indonesia dalam percepatan dan pemerataan ekosistem digital di tanah air,” kata Krisnan.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak tinggi pada Sabtu (10/1/2026). Mengutip situs Logam Mulia, Sabtu (10/1/226), harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.602.000. Harga emas Antam itu melejit Rp 25.000 jika dibandingkan dengan harga pada Jumat (9/1/2026) yang berada di level Rp 2.577.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Indeks utama bursa saham Wall Street ditutup menguat di akhir pekan ini, Jumat (9/1/2026). Indeks S&P 500 bahkan menguat ke penutupan tertinggi sepanjang masa alias all time high didorong oleh saham Broadcom dan produsen chip lainnya. Jumat (9/1/2026), indeks S&P 500 naik 0,65% dan mengakhiri sesi di level 6.966,28. Nasdaq menguat 0,82% menjadi 23.671,35, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,48% menjadi…