Tutup
Regulasi

Asing Lepas Saham Jelang Akhir 2025: Daftar Emiten Terdampak

206
×

Asing Lepas Saham Jelang Akhir 2025: Daftar Emiten Terdampak

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Investor asing kembali melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang tutup tahun 2025, Selasa (30/12/2025). Pelepasan saham-saham unggulan dari berbagai sektor menjadi sorotan, mulai dari perbankan, pertambangan, energi, hingga infrastruktur.

Data dari BEI yang diakses melalui Stockbit, Rabu (31/12/2025), menunjukkan bahwa PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing.

Nilai net foreign sell pada saham BBRI mencapai Rp 415,65 miliar, dengan nilai transaksi Rp 1,01 triliun dan volume perdagangan 2,74 juta saham. Akibatnya, harga saham BBRI merosot 120 poin atau 3,17 persen ke level Rp 3.660.

Selain BBRI, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga mengalami tekanan jual signifikan. Net foreign sell saham kontraktor tambang ini tercatat sebesar Rp 267,99 miliar dengan volume transaksi 25,80 juta saham, mendorong harga DEWA turun 2,90 persen ke posisi Rp 670.

Sektor pertambangan batu bara turut merasakan dampak aksi jual asing. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan net foreign sell sekitar Rp 109,12 miliar dengan volume perdagangan 28,13 juta saham, meskipun harga saham BUMI tetap stagnan di level Rp 366.

Saham perbankan besar lainnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), juga tak luput dari aksi jual asing senilai Rp 95,32 miliar. Namun, berbeda dengan BBRI, saham BBCA justru berhasil menguat 50 poin atau 0,62 persen ke level Rp 8.075.

Tekanan jual asing juga membebani saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), emiten tambang emas yang mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 73,45 miliar dan ditutup merosot tajam 5,54 persen ke harga Rp 1.620.

Saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) juga mengalami nasib serupa, dilepas asing senilai Rp 58,33 miliar dan ditutup turun 5,41 persen ke level Rp 420.

Di sektor energi, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan net foreign sell sekitar Rp 55,31 miliar, menyebabkan saham ini melemah 135 poin atau 6,94 persen ke harga Rp 1.810.

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga dibukukan net foreign sell sebesar Rp 48,84 miliar dan ditutup turun 3,93 persen ke level Rp 1.100.

Aksi jual asing juga menyasar saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dengan nilai Rp 45,96 miliar, yang mengakibatkan harga saham terkoreksi 1,21 persen ke posisi Rp 6.100.

Meskipun sektor infrastruktur telekomunikasi turut terkena dampak, saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) justru berhasil ditutup menguat 6,87 persen ke level Rp 700 meskipun mencatatkan net foreign sell sekitar Rp 38,87 miliar.

Terakhir, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga masuk dalam daftar saham dengan tekanan jual asing, mencatatkan nilai net foreign sell sekitar Rp 38,12 miliar, dengan harga saham ditutup melemah 1,68 persen ke posisi Rp 2.340.