Tutup
Regulasi

Asing Lepas Saham Jelang Akhir 2025: Daftar Emiten Terdampak

321
×

Asing Lepas Saham Jelang Akhir 2025: Daftar Emiten Terdampak

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Investor asing kembali melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang tutup tahun 2025, Selasa (30/12/2025). Pelepasan saham-saham unggulan dari berbagai sektor menjadi sorotan, mulai dari perbankan, pertambangan, energi, hingga infrastruktur.

Data dari BEI yang diakses melalui Stockbit, Rabu (31/12/2025), menunjukkan bahwa PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing.

Nilai net foreign sell pada saham BBRI mencapai Rp 415,65 miliar, dengan nilai transaksi Rp 1,01 triliun dan volume perdagangan 2,74 juta saham. Akibatnya, harga saham BBRI merosot 120 poin atau 3,17 persen ke level Rp 3.660.

Selain BBRI, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga mengalami tekanan jual signifikan. Net foreign sell saham kontraktor tambang ini tercatat sebesar Rp 267,99 miliar dengan volume transaksi 25,80 juta saham, mendorong harga DEWA turun 2,90 persen ke posisi Rp 670.

Sektor pertambangan batu bara turut merasakan dampak aksi jual asing. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan net foreign sell sekitar Rp 109,12 miliar dengan volume perdagangan 28,13 juta saham, meskipun harga saham BUMI tetap stagnan di level Rp 366.

Saham perbankan besar lainnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), juga tak luput dari aksi jual asing senilai Rp 95,32 miliar. Namun, berbeda dengan BBRI, saham BBCA justru berhasil menguat 50 poin atau 0,62 persen ke level Rp 8.075.

Tekanan jual asing juga membebani saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), emiten tambang emas yang mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 73,45 miliar dan ditutup merosot tajam 5,54 persen ke harga Rp 1.620.

Saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) juga mengalami nasib serupa, dilepas asing senilai Rp 58,33 miliar dan ditutup turun 5,41 persen ke level Rp 420.

Di sektor energi, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan net foreign sell sekitar Rp 55,31 miliar, menyebabkan saham ini melemah 135 poin atau 6,94 persen ke harga Rp 1.810.

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga dibukukan net foreign sell sebesar Rp 48,84 miliar dan ditutup turun 3,93 persen ke level Rp 1.100.

Aksi jual asing juga menyasar saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dengan nilai Rp 45,96 miliar, yang mengakibatkan harga saham terkoreksi 1,21 persen ke posisi Rp 6.100.

Meskipun sektor infrastruktur telekomunikasi turut terkena dampak, saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) justru berhasil ditutup menguat 6,87 persen ke level Rp 700 meskipun mencatatkan net foreign sell sekitar Rp 38,87 miliar.

Terakhir, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga masuk dalam daftar saham dengan tekanan jual asing, mencatatkan nilai net foreign sell sekitar Rp 38,12 miliar, dengan harga saham ditutup melemah 1,68 persen ke posisi Rp 2.340.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…