Tutup
Regulasi

AYAM Impor Indukan Ayam dari AS dan Selandia Baru pada 2026

230
×

AYAM Impor Indukan Ayam dari AS dan Selandia Baru pada 2026

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM), emiten unggas terkemuka, berencana meningkatkan pasokan bibit ayam unggul atau *Grandparent Stock* (GPS) dari Amerika Serikat (AS) dan Selandia Baru pada tahun 2026.

Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi AYAM sebagai penyedia protein hewani utama, terutama dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.

Direktur Utama Janu Putra Sejahtera, Sri Mulyani, mengungkapkan bahwa peningkatan pasokan GPS ini merupakan respons terhadap lonjakan permintaan daging ayam di pasar.

“Bisnis unggas kami sedang tancap gas karena mendapat sentimen positif dari stabilisasi harga *live bird* yang dibantu pemerintah, terutama penetapan HPP yang membuat peternak bernapas lega,” ujarnya, Senin (22/12/2025).

Menurut Sri Mulyani, program MBG pemerintah mendorong permintaan pasar yang signifikan. Ia memperkirakan penyerapan daging ayam bisa mencapai puluhan ribu ton.

“Makanya kami bergerak cepat untuk meningkatkan pasokan induk sampai tiga kali lipat. Pada 2025, kami sudah dua kali impor GPS dari AS dan New Zealand untuk mendukung kebutuhan sumber protein,” jelasnya.

Sri Mulyani memastikan bahwa peningkatan pasokan bibit ayam unggul ini dilakukan dengan perhitungan yang matang dan berdasarkan praktik terbaik di industri peternakan.

Saat ini, AYAM memiliki fasilitas kandang indukan ayam dengan kapasitas fisik mencapai 60.000 ekor.

Namun, perusahaan membatasi kapasitas operasional maksimal hingga 30.000 ekor pada satu waktu. Hal ini sesuai dengan standar biosekuriti dan manajemen peternakan modern.

Pembatasan ini berkaitan dengan penerapan siklus rotasi wajib selama sekitar 1,5 tahun, yang mencakup proses pergantian indukan, pembersihan kandang, serta masa istirahat fasilitas.

Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan ternak dan memastikan konsistensi performa produksi.

“Meski kapasitas fisik kandang kami besar, pengisian dilakukan secara bertahap dan disiplin. Dalam satu periode, hanya kapasitas optimal yang boleh aktif, sementara sisanya harus melalui siklus pengosongan dan peremajaan agar standar kualitas dan biosekuriti tetap terjaga,” pungkas Sri Mulyani.