Tutup
Regulasi

AYAM Impor Indukan Ayam dari AS dan Selandia Baru pada 2026

337
×

AYAM Impor Indukan Ayam dari AS dan Selandia Baru pada 2026

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM), emiten unggas terkemuka, berencana meningkatkan pasokan bibit ayam unggul atau *Grandparent Stock* (GPS) dari Amerika Serikat (AS) dan Selandia Baru pada tahun 2026.

Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi AYAM sebagai penyedia protein hewani utama, terutama dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.

Direktur Utama Janu Putra Sejahtera, Sri Mulyani, mengungkapkan bahwa peningkatan pasokan GPS ini merupakan respons terhadap lonjakan permintaan daging ayam di pasar.

“Bisnis unggas kami sedang tancap gas karena mendapat sentimen positif dari stabilisasi harga *live bird* yang dibantu pemerintah, terutama penetapan HPP yang membuat peternak bernapas lega,” ujarnya, Senin (22/12/2025).

Menurut Sri Mulyani, program MBG pemerintah mendorong permintaan pasar yang signifikan. Ia memperkirakan penyerapan daging ayam bisa mencapai puluhan ribu ton.

“Makanya kami bergerak cepat untuk meningkatkan pasokan induk sampai tiga kali lipat. Pada 2025, kami sudah dua kali impor GPS dari AS dan New Zealand untuk mendukung kebutuhan sumber protein,” jelasnya.

Sri Mulyani memastikan bahwa peningkatan pasokan bibit ayam unggul ini dilakukan dengan perhitungan yang matang dan berdasarkan praktik terbaik di industri peternakan.

Saat ini, AYAM memiliki fasilitas kandang indukan ayam dengan kapasitas fisik mencapai 60.000 ekor.

Namun, perusahaan membatasi kapasitas operasional maksimal hingga 30.000 ekor pada satu waktu. Hal ini sesuai dengan standar biosekuriti dan manajemen peternakan modern.

Pembatasan ini berkaitan dengan penerapan siklus rotasi wajib selama sekitar 1,5 tahun, yang mencakup proses pergantian indukan, pembersihan kandang, serta masa istirahat fasilitas.

Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan ternak dan memastikan konsistensi performa produksi.

“Meski kapasitas fisik kandang kami besar, pengisian dilakukan secara bertahap dan disiplin. Dalam satu periode, hanya kapasitas optimal yang boleh aktif, sementara sisanya harus melalui siklus pengosongan dan peremajaan agar standar kualitas dan biosekuriti tetap terjaga,” pungkas Sri Mulyani.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…