Tutup
News

Bahlil Singgung Potensi Migas di Bintuni, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

194
×

Bahlil Singgung Potensi Migas di Bintuni, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sebarkan artikel ini
bahlil-singgung-potensi-migas-di-bintuni,-perkuat-ketahanan-energi-nasional
Bahlil Singgung Potensi Migas di Bintuni, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Teluk Bintuni – Pemerintah berupaya meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) nasional sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi. Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat kunjungan kerja ke fasilitas LNG Tangguh, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Rabu (11/6/2025).

Dalam keterangan resmi Kementerian ESDM,Bahlil menyampaikan bahwa LNG Tangguh memiliki peranan penting dalam menyumbang sepertiga dari total produksi gas di Indonesia.”kita tahu bahwa sepertiga dari total produksi gas di Indonesia disuplai dari LNG Tangguh. Oleh karena itu, kita harus menjaga terus lifting dan stabilitasnya,” ujarnya.

kilang LNG Tangguh mencatatkan peningkatan kapasitas tahunan menjadi 11,4 juta ton,setara dengan 180 standar kargo LNG,sejak beroperasinya Train 3 pada Oktober 2023.

Selain LNG Tangguh,Bahlil juga menyoroti perkembangan proyek migas Genting Oil Kasuri. Ia memperkirakan bahwa pada tahun 2027, perusahaan tersebut akan mampu memproduksi sekitar 300 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Angka ini dinilai signifikan dalam mengantisipasi defisit pasokan gas nasional. “Di Genting Oil Kasuri, dari lima sumur yang telah dibuka, empat di antaranya telah 100 persen selesai, sisanya masih dalam proses dengan progres 30 persen. Sementara untuk pembangunan camp, progresnya mencapai 20-22 persen,” jelasnya.

Namun,Bahlil juga menyoroti adanya satu Wilayah Kerja (WK) migas,yaitu Mogoi,yang belum mengalami perkembangan. Berdasarkan hasil pantauan udara,WK yang dimiliki oleh Pertamina tersebut masih terkendala dalam hal kerja sama dengan mitra pengelola.”Mogoi ini milik pertamina, tapi kerja samanya dengan pengusaha belum selesai sampai sekarang.Jadi ini akan kami cabut dan ambil alih karena kita bisa segera produksi minimal 40 MMSCFD dalam waktu konstruksi sekitar satu tahun,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bahlil menambahkan bahwa peningkatan produksi minyak bumi juga menjadi fokus strategis pemerintah.Ia memperkirakan akan ada tambahan produksi nasional sebesar 30 ribu barel per hari. “Program ketahanan energi kita ini bukan hanya sekadar tema, tetapi insyaallah akan kami laksanakan dengan baik. Nantinya Bapak Presiden Prabowo akan meresmikan penambahan produksi minyak sebanyak 30 ribu barrel per day di Cepu.Insyaallah,pada 2025 ini target APBN terhadap lifting minyak maupun gas akan tercapai,” pungkasnya.