Tutup
News

Banjir Sumatera Resahkan Ekonomi, Kuartal IV Terancam Melambat

194
×

Banjir Sumatera Resahkan Ekonomi, Kuartal IV Terancam Melambat

Sebarkan artikel ini
analis-cemas-banjir-sumatera-pengaruhi-pertumbuhan-ekonomi-di-kuartal-iv-2025
Analis Cemas Banjir Sumatera Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal IV-2025

Jakarta – Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025.

Analisis ini diungkapkan oleh Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam riset harian mereka, Kamis (4/12/2025). Meski demikian, dampaknya diperkirakan tidak akan terlalu signifikan.

“Bencana banjir bandang di Sumatera dikhawatirkan berpotensi akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2025, meskipun tidak signifikan,” tulis Tim Analis Phintraco Sekuritas.

Sejumlah ekonom memprediksi pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV akan lebih rendah dari target pemerintah, yang berada di kisaran 5,6 persen hingga 5,7 persen.

Data BNPB per 2 Desember 2025 mencatat,lebih dari tiga ribu orang menjadi korban banjir bandang dan longsor di Aceh,Sumatera Utara,dan Sumatera Barat.

Korban jiwa mencapai 604 orang meninggal dunia, 2.600 luka-luka, dan 464 orang masih dinyatakan hilang.

Bencana ini mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri. PBB hingga Raja Charles turut menyampaikan duka cita.

Analis Phintraco Sekuritas juga menyoroti pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang membantah isu penarikan kembali dana Rp 276 triliun dari himbara.

Menkeu memastikan dana tersebut tetap digunakan untuk mendorong ekspansi kredit dan pertumbuhan ekonomi.

Kementerian Keuangan mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2025 mencapai 5,04 persen (yoy).

Pertumbuhan ini didukung oleh permintaan domestik, kinerja ekspor yang kuat, investasi yang resilien, serta optimalisasi belanja pemerintah.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89 persen secara tahunan, didorong oleh peningkatan mobilitas, pertumbuhan transaksi digital, dan dukungan kebijakan pemerintah.

Konsumsi pemerintah juga naik 5,49 persen, terutama dari belanja barang dan belanja pegawai.

Pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar Rupiah melemah menjadi Rp 16.653 per dolar AS, sejalan dengan penguatan dolar AS terhadap mata uang Asia lainnya.

Sementara itu, IHSG berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau hingga penutupan perdagangan Kamis (4/12/2025), menguat 0,33 persen atau 28,41 poin ke level 8.640,2.