Agam – Bencana alam hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam sejak akhir November 2025 meninggalkan dampak serius, tidak hanya pada infrastruktur dan pemukiman warga, tetapi juga pada sektor keuangan masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, sebanyak 70 debitur Bank Nagari Cabang Lubuk Basung tercatat terdampak langsung bencana.
Total nilai kredit debitur yang terdampak mencapai sekitar Rp18 miliar. Dari jumlah tersebut, dua debitur Bank Nagari Cabang Lubuk Basung dilaporkan meninggal dunia setelah terseret banjir di Kecamatan Palembayan.
Kepala Cabang Bank Nagari Lubuk Basung, Helfiyanrika, menyebutkan bahwa dampak terparah dialami debitur di Kecamatan Palembayan.
Selain itu, satu debitur di Kecamatan Tanjung Raya juga tercatat terdampak, yakni Rumah Makan Ni Adek.
Menghadapi kondisi ini, Bank Nagari Cabang Lubuk Basung mengambil langkah reschedule atau penjadwalan ulang pembayaran kredit bagi debitur terdampak bencana.
Kebijakan ini ditempuh sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban masyarakat yang kehilangan sumber penghidupan akibat bencana.
Helfiyanrika mengisahkan kondisi emosional para debitur yang ditemui langsung di lapangan.
“Mau bagaimana lagi, baru saja kita sampai di sana, kedatangan disambut dengan tangis. Padahal kita datang bukan untuk menagih, hanya untuk mengunjungi. Tapi ia sudah duluan menangis,” ujarnya di ruang kerjanya, Rabu (31/12), di Kantor Bank Nagari Cabang Lubuk Basung, Jalan Sukarno Hatta.
Menurutnya, situasi tersebut menggambarkan betapa berat dampak bencana bagi debitur, baik secara ekonomi maupun psikologis.
Karena itu, pendekatan yang dilakukan lebih menekankan empati dibanding aspek administratif semata.
Selain debitur terdampak, Bank Nagari Cabang Lubuk Basung juga mencatat adanya kredit macet yang nilainya mencapai sekitar Rp10 miliar.
Kredit macet tersebut berasal dari berbagai segmen, termasuk kredit aparatur sipil negara (ASN) dan kredit komersial.
Meski demikian, Bank Nagari tetap menunjukkan komitmen sosialnya. Bank Nagari memberikan bantuan bencana untuk Kabupaten Agam senilai Rp40 juta.
Pada tahun yang sama, Pemerintah Kabupaten Agam juga menerima dividen dari Bank Nagari Cabang Lubuk Basung sebesar Rp13 miliar.







