Regulasi

ANJT Setop Operasi Anak Usaha: Apa Dampaknya?

265
×

ANJT Setop Operasi Anak Usaha: Apa Dampaknya?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mengambil langkah strategis dengan menghentikan operasional tiga anak perusahaannya.

Keputusan ini diumumkan melalui keterbukaan informasi pada 31 Desember 2025.

Tiga entitas anak yang dimaksud adalah PT Austindo Nusantara Jaya Boga, PT ANJ Agri Papua, dan PT Gading Mas Indonesia Teguh.

Manajemen ANJT menyatakan penghentian operasional ini merupakan hasil evaluasi kinerja operasional dan keuangan perusahaan.

“Direksi menilai bahwa kegiatan operasional entitas-entitas anak tersebut tidak lagi sejalan dengan strategi bisnis jangka menengah dan jangka panjang perseroan,” demikian pernyataan resmi perusahaan.

Meskipun operasional dihentikan, ANJT memastikan keberadaan hukum ketiga entitas anak tersebut tetap berlaku. Mereka akan terus menjalankan kewajiban administratif sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perusahaan juga menegaskan bahwa langkah ini tidak akan berdampak negatif signifikan terhadap operasional, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan bisnis ANJT secara keseluruhan.

Sebagai informasi, PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT) adalah lini bisnis ANJT yang bergerak di bidang budidaya edamame, memproduksi edamame beku dan kupas beku untuk pasar domestik.

Sementara itu, PT ANJ Nusantara Jaya Boga fokus pada pengembangan dan pemasaran produk edamame beku dan pati sagu, mendukung aktivitas ANJT di sektor pangan.

PT ANJ Agri Papua memiliki fokus pada pengembangan bisnis tepung sagu di Papua Barat Daya, dengan pabrik pengolahan sagu berkapasitas 1.250 ton tepung kering per bulan.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Jakarta.Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau pada awal Juni 2026. Investor perlu mencermati sejumlah saham berikut yang akan cum dividen mulai hari ini, Rabu 3 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa 2 Juni 2026 ditutup di level 6.195,43 naik 1,11% atau 68,05 poin secara harian. Kenaikan ini merupakan awal yang positif karena pada Mei 2026, IHSG tertekan hingga turun tajam,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada awal Juni 2026 setelah mengalami tekanan pada penghujung Mei. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG menguat 1,11% atau naik 67,85 poin ke level 6.195,42. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun RTI, pergerakan IHSG sepanjang hari berada di zona hijau. Baca Juga: SumbarSumbarbisnis.com Sell Rp 518 Miliar Saat IHSG Menguat, Cek SumbarSumbarbisnis.com Sell…