Tutup
NewsTeknologi

BLUD Dongkrak Kualitas, Peternakan Sumbar Berinovasi dan Mandiri

159
×

BLUD Dongkrak Kualitas, Peternakan Sumbar Berinovasi dan Mandiri

Sebarkan artikel ini
gubernur-mahyeldi-resmikan-blud-tiga-uptd-peternakan-sumbar
Gubernur Mahyeldi Resmikan BLUD Tiga UPTD Peternakan Sumbar

Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi ansharullah, meresmikan penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada tiga unit di sektor peternakan. Peresmian berlangsung pada Senin (19/1/2026).

Tiga unit yang diresmikan menjadi BLUD adalah UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar, UPTD Ternak Unggas, dan UPTD Balai pembibitan Ternak dan Semen Beku (BPTSB) Tuah Sakato.

Peresmian ini berlangsung di UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar. Ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar meningkatkan kualitas layanan publik.

Mahyeldi menegaskan, BLUD diharapkan mengubah birokrasi menjadi lebih melayani, adaptif, dan inovatif.

“BLUD memberikan ruang bagi unit layanan untuk lebih mandiri dan profesional,” ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan, keleluasaan ini harus diiringi prestasi kerja terukur dan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Gubernur juga meminta UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar dikembangkan sebagai ikon layanan publik modern dan digital.

Ia mendorong sistem pendaftaran dan rekam medis berbasis aplikasi untuk efisiensi dan kemandirian pengelolaan pendapatan.

Untuk UPTD Ternak Unggas,Mahyeldi menekankan penguatan hilirisasi,tidak hanya fokus pada produksi bibit.

ia berharap UPTD berinovasi dalam penyediaan pakan berkualitas dengan harga kompetitif melalui kemitraan.

Sementara untuk UPTD BPTSB Tuah Sakato Payakumbuh, Gubernur mendorong pemanfaatan teknologi produksi, khususnya teknologi sexing pada semen beku.

Mahyeldi menyebut, saat ini Sumbar memiliki 55 BLUD yang berkontribusi positif pada PAD.

Ia berharap BLUD,termasuk di sektor peternakan,terus meningkatkan kinerja tanpa membebani masyarakat.

“Peningkatan PAD tidak dilakukan dengan menaikkan tarif,tetapi melalui efisiensi operasional dan inovasi,” tegasnya.

kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Sukarli, mengatakan UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar telah bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan mutu pelayanan medis,pengembangan SDM,serta penerapan teknologi terkini.

Sukarli optimistis BLUD Rumah Sakit Hewan akan berkontribusi pada PAD.

Hingga akhir 2025, PAD yang ditargetkan Rp1,7 miliar diproyeksikan meningkat menjadi Rp2,4 miliar.

Ia menambahkan,BLUD Rumah Sakit Hewan Sumbar diharapkan menjadi pusat rujukan layanan kesehatan hewan dan berkontribusi pada pembangunan daerah.