Tutup
News

Danantara Dukung Proyek Sejuta Rusun, Sediakan Lahan dan Komitmen Penuh

283
×

Danantara Dukung Proyek Sejuta Rusun, Sediakan Lahan dan Komitmen Penuh

Sebarkan artikel ini
danantara-dukung-proyek-sejuta-rusun,-sediakan-lahan-dan-komitmen-penuh
Danantara Dukung Proyek Sejuta Rusun, Sediakan Lahan dan Komitmen Penuh

Jakarta – Danantara Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mendukung program pembangunan satu juta unit rumah susun (rusun) yang didanai oleh investor asal Qatar. Dukungan ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kolaborasi tersebut. “Kami sangat senang dengan kerja sama antara Qatar dan Danantara, dan kami berharap dapat berkontribusi lebih dari sekadar lahan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pihaknya membuka peluang kerja sama dengan sektor perbankan dan akan mendukung proyek ini sepenuhnya.

Menurut Dony, proyek ini bukan hanya sekadar proyek komersial, melainkan juga wujud komitmen Danantara sebagai perusahaan negara untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI. “Proyek ini kami harapkan menjadi tonggak penting dalam pembangunan perumahan nasional, sebagaimana diarahkan Bapak Presiden,” katanya.

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah, menjelaskan bahwa investasi dari Qatar akan difokuskan untuk membangun satu juta hunian vertikal di kawasan perkotaan. Hunian ini ditujukan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang masih banyak tinggal di rumah tidak layak huni di kawasan kumuh.Fahri menambahkan bahwa beberapa lokasi padat penduduk di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat telah dipetakan sebagai area pengembangan proyek. Di Jakarta, kawasan seperti Kalibata, Senayan, dan Kemayoran menjadi prioritas. Seluruh lahan tersebut merupakan aset negara yang dikelola oleh BUMN serta kementerian/lembaga terkait.Pemerintahan presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden gibran Rakabuming Raka menargetkan pembangunan tiga juta unit rumah setiap tahun, dengan prioritas utama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).