Tutup
Konsumen

Del Monte Ajukan Bangkrut, Cari Pembeli Aset Perusahaan

331
×

Del Monte Ajukan Bangkrut, Cari Pembeli Aset Perusahaan

Sebarkan artikel ini

Perusahaan mengumumkan pengajuan kebangkrutan dan berupaya mencari pembeli untuk seluruh asetnya, seperti disampaikan pada Selasa (2/7/2025) waktu setempat.

del-monte-bangkrut-usai-138-tahun-berdiri,-terlilit-utang-rp162-t
Del Monte Bangkrut Usai 138 Tahun Berdiri, Terlilit Utang Rp162 T

Jakarta – Del Monte Foods, perusahaan makanan yang telah beroperasi selama 138 tahun, kini tengah berjuang untuk mempertahankan eksistensinya.

Perusahaan mengumumkan pengajuan kebangkrutan dan berupaya mencari pembeli untuk seluruh asetnya, seperti disampaikan pada Selasa (2/7/2025) waktu setempat.

Produsen buah dan sayuran kaleng ini secara sukarela mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 ke pengadilan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari proses penjualan aset perusahaan secara menyeluruh.

Presiden dan CEO Del Monte Foods, Greg Longstreet, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap berbagai opsi.

“Setelah evaluasi menyeluruh terhadap berbagai opsi, kami menyimpulkan bahwa proses penjualan di bawah pengawasan pengadilan merupakan cara paling efektif untuk mempercepat pemulihan dan membentuk Del Monte Foods yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya pada Jumat (4/7/2025), seperti dilansir CNN Business.

Del Monte dikenal dengan merek-merek yang familiar di dapur rumah tangga, termasuk College Inn untuk kaldu, Contadina untuk tomat kaleng, serta merek utama mereka, Del Monte.

Dalam dokumen pengadilan, Del Monte mencatat estimasi utang antara US$1 miliar atau setara Rp16,22 triliun (asumsi kurs Rp16.220 per dolar AS) hingga US$10 miliar atau Rp162,22 triliun.

Meskipun demikian, perusahaan telah mengamankan pendanaan baru senilai US$912,5 juta atau Rp14,80 triliun untuk menjaga operasional tetap berjalan normal selama proses penjualan berlangsung, terutama menjelang musim pengalengan yang menjadi periode puncak produksi mereka.

Longstreet menambahkan bahwa perusahaan menghadapi tantangan berat, terutama akibat kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu faktor utama,seperti pengurangan belanja dan pergeseran preferensi ke produk private label (merek toko sendiri) yang cenderung lebih murah.

Kepala Global Bidang Hukum dan Restrukturisasi di Debtwire, Sarah Foss, menjelaskan bahwa Del monte mengalami lonjakan biaya karena penurunan permintaan dari konsumen.

Akibatnya, perusahaan harus menanggung biaya tambahan untuk menyimpan kelebihan stok dan melakukan promosi besar-besaran guna mempercepat penjualan.

Foss juga menyoroti perubahan tren konsumen yang kini lebih memilih produk yang dianggap lebih sehat dan menghindari makanan kaleng yang mengandung pengawet.

“Konsumen kini semakin menghindari makanan kaleng yang mengandung pengawet dan lebih memilih produk yang dianggap lebih sehat,” jelasnya pada Jumat (4/7/2025).

Del Monte didirikan pada 1886 dan membangun pabrik pengalengan terkenalnya di San Francisco pada 1907. Pada 1909, perusahaan mengklaim telah mengoperasikan pabrik pengalengan buah dan sayur terbesar di dunia.

Dengan struktur modal yang diperbaiki, posisi keuangan yang lebih kuat, serta kepemilikan baru, Del Monte berharap dapat meraih kesuksesan jangka panjang dan kembali menjadi pemain utama di industri makanan.