SUMBARBISNIS – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat mencapai 5,7 persen pada 2026. Namun, capaian pertumbuhan daerah beberapa tahun terakhir masih berada di bawah target tersebut.
Kepala BI Sumatera Barat, Mohamad Abdul Madjid Ikram, menilai target itu menantang namun tetap realistis. Karena itu, pengembangan sektor nontradisional menjadi kunci mengejar pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, jasa kesehatan, pariwisata, data center, serta energi terbarukan memiliki potensi pertumbuhan signifikan.
Ia menyampaikan hal tersebut saat Dialog Ekonomi Sumbar 2026 di Padang, Minggu, 19 Januari.
Sementara itu, sektor pertanian dan perkebunan dinilai memiliki kontribusi yang semakin terbatas. Meski demikian, kedua sektor tetap penting bagi ketahanan pangan dan penghidupan masyarakat.
Namun, sektor tersebut cenderung mengalami perlambatan dari sisi produktivitas dan nilai tambah. Oleh karena itu, diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi dinilai tidak dapat dihindari.
Selain itu, penguatan jasa kesehatan membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik. Di sisi lain, sektor pariwisata memberi efek berganda bagi transportasi, perhotelan, serta usaha mikro.
Selanjutnya, pengembangan data center dan energi terbarukan sejalan dengan transformasi ekonomi nasional dan global.
Kedua sektor tersebut menjanjikan nilai ekonomi tinggi serta mendorong pembangunan berkelanjutan.
Dengan strategi tepat dan kebijakan konsisten, Sumatera Barat diharapkan memperkuat struktur ekonomi daerah. Akhirnya, langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi 5,7 persen pada 2026.







