Tutup
Agrobisnis

Disbuntanhor Kawal Program Pertanian Agar Tepat Sasaran di Sumbar

139
×

Disbuntanhor Kawal Program Pertanian Agar Tepat Sasaran di Sumbar

Sebarkan artikel ini

Menurutnya, penyelarasan antara pokok-pokok pikiran DPRD dan kebutuhan petani menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan program di lapangan.

Musim Tanam Pertama - Buruh tani mulai kembali menanam bibit padi untuk memasuki musim tanam pertama di sekitar Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (2/11). Dibukanya kembali candangan air dari waduk untuk mengaliri lahan persawahan di Jawa Tengah agar dapat memulai tanam di tengah musim kemarau panjang, Kompas/P Raditya Mahendra Yasa (WEN) 02-11-2015

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat terus mengawal program pertanian agar benar-benar memberi dampak ekonomi bagi petani.

Melalui Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura (Disbuntanhor), berbagai program sepanjang 2025 difokuskan pada penguatan komoditas unggulan dan optimalisasi aset pertanian daerah.

Kepala Disbuntanhor Sumbar Afniwirman menyampaikan bahwa seluruh program pertanian, termasuk bantuan yang bersumber dari aspirasi DPRD, terus dikawal agar tepat sasaran.

Menurutnya, penyelarasan antara pokok-pokok pikiran DPRD dan kebutuhan petani menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan program di lapangan.

Afniwirman menjelaskan, pengembangan komoditas unggulan seperti kopi, kelapa sawit, kelapa dalam, dan kakao menjadi fokus utama.

Komoditas tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi besar jika dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Khusus komoditas kopi, Afniwirman mengungkapkan bahwa luas kebun kopi di Sumatra Barat mencapai sekitar 30.000 hektare.

Namun, luas lahan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan produktivitas dan kualitas hasil panen yang diharapkan.

“Dengan penanganan yang baik, nilai jual kopi bisa meningkat signifikan. Ini yang terus kami dorong melalui pelatihan dan dukungan sarana pascapanen,” ujarnya.

Menurut Afniwirman, peningkatan kualitas dan produktivitas kopi tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga pada keterampilan petani, teknologi budidaya, serta dukungan pascapanen.

Pelatihan dan pendampingan terus dilakukan agar petani mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.

Arahan Gubernur Sumbar Mahyeldi terkait optimalisasi aset pertanian juga menjadi perhatian Disbuntanhor.

Afniwirman mengakui masih terdapat aset pertanian pemerintah daerah yang belum dimanfaatkan secara maksimal, seperti balai benih dan lahan pertanian.

Ia menegaskan komitmen jajarannya untuk menindaklanjuti arahan tersebut, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan tantangan perubahan iklim.

Menurutnya, kondisi tersebut justru menuntut inovasi dan pengelolaan program yang lebih efektif.

Afniwirman menilai sektor pertanian tetap memiliki peran strategis bagi perekonomian Sumatra Barat.

Data yang disampaikan Gubernur Mahyeldi menunjukkan bahwa sekitar 57 persen penduduk Sumbar masih menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, dengan kontribusi ekonomi mencapai 22–23 persen.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama agar program yang dijalankan benar-benar memberi dampak ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Afniwirman.

Melalui penguatan komoditas unggulan, optimalisasi aset, serta pengawalan program yang konsisten, pemerintah daerah berharap sektor pertanian Sumatra Barat tetap bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan.