Tutup
Perbankan

DKI Lanjutkan Subsidi Pangan, Warga Jakarta Terjamin

183
×

DKI Lanjutkan Subsidi Pangan, Warga Jakarta Terjamin

Sebarkan artikel ini
dki-jamin-program-pangan-bersubsidi-tetap-lanjut,-tak-ada-pemotongan
DKI Jamin Program Pangan Bersubsidi Tetap Lanjut, Tak Ada Pemotongan

Jakarta – Kabar baik bagi warga Jakarta! Programme Pangan Bersubsidi yang telah berjalan sejak 2017 dipastikan akan terus berlanjut.

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan program yang menjangkau lebih dari satu juta warga ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI jakarta, Hasudungan Sidabalok, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir.

“Sampai akhir tahun ini seluruh komoditas pangan bersubsidi tetap tersedia,” ujarnya, Jumat (14/11).

Hingga saat ini, lebih dari 16 juta komoditas pangan bersubsidi telah disalurkan.

Komoditas tersebut meliputi beras, telur ayam, daging ayam, daging sapi, ikan kembung, dan susu UHT.

program ini menyasar 1.024.189 penerima manfaat hingga Oktober 2025.

Mereka berasal dari berbagai kelompok, seperti pemegang KJP Plus, KLJ, KPDJ, KAJ, Kader PKK, KPJ, penghuni rusun, guru honorer, tenaga kependidikan, dan PJLP.

Hasudungan juga memastikan tidak ada pemotongan anggaran untuk program ini pada tahun 2026.

Bahkan, anggaran yang ada dalam Raperda masih bisa ditambah jika diperlukan.

Penambahan anggaran dapat dilakukan melalui pergeseran dari Belanja Tidak Terduga (BTT) atau melalui Anggaran Perubahan tahun 2026.

“Kami akan terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, terutama dalam memastikan ketersediaan pangan berkualitas dengan harga terjangkau,” tegas Hasudungan.

Sebelumnya, beberapa anggota DPRD DKI Jakarta menyampaikan keberatan soal pemangkasan anggaran subsidi pangan dalam rapat paripurna pada Rabu (12/11).

Anggota DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim, menyayangkan rencana pengurangan subsidi pangan murah sebesar Rp300 miliar.

“Menurut informasi dari rapat-rapat disampaikan bahwasannya itu kenapa dikurangi? Karena tidak diminati daging dan susu UHT. Ternyata itu berbohong oleh anak buah gubernur,” kata Lukmanul.

Saat raperda APBD 2026 disetujui, sebagian besar anggota DPRD DKI Jakarta melakukan walk out sebagai bentuk kekecewaan.