Tutup
EkonomiEmasInvestasiNews

Emas Dunia Bangkit, Minyak Koreksi, Pasar Reda

166
×

Emas Dunia Bangkit, Minyak Koreksi, Pasar Reda

Sebarkan artikel ini
harga-emas-dunia-pulih,-naik-2-persen-saat-minyak-terkoreksi
Harga Emas Dunia Pulih, Naik 2 Persen saat Minyak Terkoreksi

Jakarta – Harga emas dunia melonjak signifikan pada perdagangan Rabu (25/3/2026), didorong oleh penurunan harga minyak global dan meredanya kekhawatiran inflasi.

Kenaikan harga emas juga dipicu oleh upaya Amerika Serikat (AS) mengajukan proposal perdamaian kepada Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Harga emas spot tercatat naik hampir 2 persen menjadi US$4.551,50 per troy ons, setara dengan Rp 76,65 juta (estimasi kurs rp 16.840 per dolar AS).

Sementara itu,emas berjangka untuk pengiriman April melonjak lebih dari 3 persen ke level US$4.565,60 atau sekitar rp 76,89 juta per troy ons.

Meredanya ketegangan di pasar energi menjadi faktor utama penguatan harga emas. Harga minyak yang sebelumnya melonjak akibat konflik di Timur Tengah mulai terkoreksi.

Hal ini mengurangi kekhawatiran akan inflasi global, yang selama ini menjadi pendorong volatilitas pasar.

Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa negaranya sedang bernegosiasi dengan Iran dan Teheran menunjukkan sinyal positif untuk mencapai kesepakatan damai.

“Mereka sedang berbicara dengan kami, dan mereka berbicara dengan masuk akal,” ujar Trump dalam pernyataannya di oval Office, Kamis (26/3/2026), seperti dikutip dari CNBC Internasional.

Trump juga memutuskan untuk menahan rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran karena adanya proses negosiasi tersebut. “Saya memutuskan untuk mundur dari ancaman serangan karena fakta bahwa kami sedang bernegosiasi,” katanya.Namun, klaim Trump ini dibantah oleh pihak Iran. “Seperti yang selalu kami katakan… tidak akan ada kesepakatan dengan Anda. tidak sekarang. Tidak akan pernah,” tegas Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaqari.

Pemerintah Teheran mengonfirmasi bahwa mereka akan tetap membuka jalur Selat Hormuz bagi kapal-kapal non-antagonis.

“Kapal-kapal non-hostile yang tidak terlibat dalam operasi agresif terhadap Iran dan mematuhi aturan keselamatan dapat melintas dengan aman melalui selat Hormuz,” tulis pemerintah Iran dalam pernyataan resminya.

Co-head Riset Komoditas Global Goldman Sachs, Daan Struyven, mengatakan bahwa kenaikan ekspektasi suku bunga dan volatilitas pasar sebelumnya menekan harga emas.

Kenaikan ekspektasi suku bunga turut menekan permintaan investor, terutama melalui ETF berbasis emas yang sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga.

“Kami tidak melihat penurunan ini sebagai sesuatu yang mengejutkan, jika mengacu pada kerangka harga yang kami gunakan,” kata Struyven.