Barcelona – Huawei memperkenalkan inovasi terbarunya di Mobile World Congress (MWC) 2026, Barcelona, Spanyol. Raksasa teknologi ini memamerkan produk dan solusi yang memanfaatkan frekuensi U6GHz.
Teknologi ini dirancang untuk mengoptimalkan jaringan 5G-Advanced (5G-A) dan membuka jalan bagi teknologi 6G di masa depan.
Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) mendorong kebutuhan jaringan yang lebih cepat dan andal. Data dari international Data Corporation (IDC) menunjukkan peningkatan signifikan aplikasi dan perangkat berbasis AI dalam setahun terakhir.
Lebih dari satu miliar pengguna aktif menggunakan aplikasi AI setiap bulan di seluruh dunia. Lebih dari 50 persen ponsel pintar kini dilengkapi kemampuan AI.
Penggunaan perangkat baru seperti kacamata AI dan perangkat pintar lainnya meningkat lebih dari 50 persen setiap tahun.Konsumsi komputasi AI melonjak hingga ratusan kali lipat.
Lonjakan ini menghadirkan peluang besar bagi industri seluler, namun juga menuntut jaringan yang mampu menangani volume data yang jauh lebih besar.
Interaksi AI yang menggunakan berbagai bentuk data seperti suara, gambar, dan teks meningkatkan kebutuhan trafik uplink hingga tiga hingga lima kali lipat.
Banyak aplikasi AI memerlukan respons real-time,sehingga membutuhkan latensi yang sangat rendah dan jaringan yang stabil. Penggunaan agen AI secara luas juga memerlukan konektivitas WAN yang lebih aman dan andal.
Teknologi 5G-Advanced kini mulai menjadi standar komersial bagi banyak operator telekomunikasi di seluruh dunia. Teknologi ini dipandang sebagai langkah evolusi penting menuju generasi jaringan berikutnya, yaitu 6G.
Pemanfaatan frekuensi U6GHz menjadi salah satu kunci pengembangan 5G-A. Frekuensi ini menawarkan bandwidth yang lebih lebar dan cakupan yang lebih luas.
Setelah World Radiocommunication Conference 2023 (WRC-23), pita frekuensi ini ditetapkan sebagai salah satu spektrum utama untuk komunikasi seluler.
Sejumlah negara seperti China, Uni Emirat Arab (UEA), Brasil, dan beberapa negara di Eropa telah mulai mengembangkan alokasi dan pengujian frekuensi tersebut.
Perangkat pendukung seperti CPE dan smartphone yang kompatibel dengan U6GHz diperkirakan akan tersedia secara komersial pada tahun 2026.







