Tutup
News

Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan Sudah Tersalurkan Rp 32,8 Triliun

182
×

Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan Sudah Tersalurkan Rp 32,8 Triliun

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Pemerintah pusat mengumumkan bahwa realisasi penyaluran gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk TNI, Polri, dan pensiunan, telah mencapai Rp 32,8 triliun. Dana tersebut berasal dari alokasi anggaran yang disiapkan sebesar Rp 49,4 triliun.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menyatakan bahwa pemerintah menargetkan penyelesaian penyaluran gaji ke-13 di seluruh daerah pada bulan Juni ini. “Pada bulan ini, pemerintah telah mulai membayarkan gaji ke-13 bagi ASN pusat dan ASN daerah, dan sudah terealisasi sampai saat ini sebesar Rp 32,8 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2025 di Jakarta, Rabu.

Secara rinci, penyaluran gaji ke-13 untuk ASN pusat telah mencapai 100 persen dengan total nilai Rp 14,05 triliun yang diterima oleh 1,99 juta pegawai. Sementara itu, realisasi gaji ke-13 untuk ASN daerah baru mencapai 48,4 persen dengan nilai Rp 7,15 triliun, yang telah diterima oleh 1,72 juta pegawai. Data menunjukkan bahwa penyaluran gaji ke-13 ASN daerah belum sepenuhnya rampung karena baru 264 dari 546 pemerintah daerah (pemda) yang telah merealisasikan pembayaran. “Kami berharap bahwa seluruh pemda akan menyelesaikan gaji ke-13 ASN daerahnya pada bulan Juni ini,” kata Suahasil.

Penyaluran untuk pensiunan melalui PT Taspen tercatat sebesar Rp 10,25 triliun atau 98,1 persen dari target, yang telah diterima oleh 3,10 juta penerima manfaat.Sementara itu,penyaluran melalui PT Asabri tercatat sebesar Rp 1,35 triliun atau 95,1 persen kepada 474 ribu penerima manfaat.

Dalam catatan terkait APBN, belanja negara telah tersalurkan sebesar Rp 1.016,3 triliun atau 28,1 persen dari target Rp 3.621,3 triliun.Meskipun realisasi masih jauh dari target, capaian ini meningkat sekitar Rp 200 triliun dibandingkan realisasi april yang sebesar Rp 806,2 triliun. Belanja pemerintah pusat (BPP) telah tersalurkan sebesar Rp 694,2 triliun atau 25,7 persen dari target, yang terdiri atas belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp 325,7 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp 368,5 triliun. Sementara itu, belanja transfer ke daerah (TKD) telah terealisasi sebesar Rp 322 triliun atau 35 persen dari target.

Pendapatan negara tercatat sebesar Rp 995,3 triliun atau 33,1 persen dari target APBN Rp 3.005,1 triliun. Nilai ini menunjukkan perlambatan dibandingkan kinerja April.Pendapatan pada Mei bertambah Rp 184,8 triliun dalam sebulan,sedangkan pada April bertambah hampir Rp 300 triliun.

Dengan demikian, APBN mengalami defisit sebesar Rp 21 triliun atau 0,09 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada Mei 2025.