Tutup
News

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada Lahar dan Abu Vulkanik

227
×

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada Lahar dan Abu Vulkanik

Sebarkan artikel ini
gunung-marapi-kembali-erupsi,-warga-diminta-waspada-lahar-dan-abu-vulkanik
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada Lahar dan Abu Vulkanik

Padang – Gunung Marapi di Sumatera barat kembali mengalami erupsi pada Rabu (18/6/2025) malam, memicu imbauan kewaspadaan dari Badan Geologi Kementerian energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Erupsi tersebut terekam oleh seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 1 menit 52 detik.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, menyampaikan bahwa erupsi tersebut menghasilkan kolom abu setinggi 700 meter di atas puncak gunung. “Pengamat Gunung Api (PGA) Gunung Marapi melaporkan, telah terjadi erupsi malam tadi dengan tinggi kolom abu teramati 700 meter di atas puncak (3.591 meter di atas permukaan laut).Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur,” ujarnya dalam keterangan yang disampaikan di bandung, Kamis (19/6/2025).

Meskipun status Gunung Marapi saat ini berada pada Level II (Waspada), masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar atau banjir lahar, terutama selama musim hujan. “Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, dan aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar mewaspadai potensi dan ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama saat musim hujan,” jelas Wafid.

Selain itu, Badan Geologi juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker jika terjadi hujan abu guna menghindari gangguan pernapasan. “jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA),” kata Wafid.

Dalam situasi ini, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. “Jangan percaya berita bohong (hoaks),dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” tegasnya.

Informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Marapi dapat diakses melalui laman resmi Badan Geologi, PVMBG, Magma Indonesia, aplikasi Magma Indonesia, atau media sosial resmi Badan Geologi. Gunung Marapi, yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, telah mengalami lebih dari 500 kali letusan sejak tahun 1770. Status aktivitasnya diturunkan menjadi Waspada pada Desember 2024 setelah sebelumnya berada di level Siaga.