Aceh tamiang – Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Aceh Tamiang. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto telah meninjau langsung lokasi pembangunan pada awal Januari 2026.
Hingga awal tahun ini, 600 unit huntara telah siap diserahkan kepada pemerintah daerah untuk didistribusikan kepada warga terdampak.
Targetnya, 15.000 unit huntara akan rampung dalam tiga bulan ke depan.
Akademisi Universitas Esa Unggul, Dr. Iswadi,mengapresiasi langkah cepat pemerintah dan semua pihak yang terlibat. Menurutnya, pembangunan huntara ini adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan.
“Hunian sementara bukan hanya tempat berlindung, tetapi juga ruang awal pemulihan fisik, sosial, dan psikologis masyarakat terdampak,” ujar Iswadi.
Iswadi berharap pembangunan huntara berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, serta mengacu pada standar yang pernah diterapkan pascabencana tsunami Aceh.
Senada, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur, umaimah Wahid, juga mengapresiasi langkah pemerintah. Namun,ia mengingatkan agar pemerintah tidak berhenti pada pembangunan huntara saja.
“Salah satu yang hilang adalah sawah, lahan mata pencaharian tertutup lumpur,” kata Umaimah. Ia berharap pemerintah memberikan bantuan terkait mata pencaharian masyarakat Aceh.
Huntara yang dibangun oleh Danantara Indonesia ini diklaim sesuai standar kelayakan hunian darurat, dengan struktur yang aman dan sanitasi memadai.
selain itu, huntara juga dilengkapi fasilitas umum seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya.
CEO Danantara Indonesia, Rosan roeslani, menegaskan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi lintas pihak, khususnya peran aktif BUMN.







